
Dua liga utama yang bergulir di Indonesia, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) seolah-olah saling bersaing sebagai kompetisi terbaik. Penyerang andalan Timnas Indonesia, Irfan Bachdim, mengaku akan memilih klub ISL apabila kompetisi yang dikelola oleh PT Liga Indonesia itu diakui oleh FIFA. ISL yang dihuni oleh klub-klub besar dan telah
memiliki riwayat panjang dalam sejarah sepakbola Indonesia cenderung dinilai lebih baik. Irfan Bachdim pun
mengungkapkan ketertarikannya bermain di salah satu klub ISL, namun apabila
kompetisi tersebut diakui oleh FIFA. “Aku akan bermain di liga yang berada di bawah
naungan FIFA. Jika ISL ikut ke FIFA maka aku akan
bermain di sana,” aku Irfan Bachdim di Jakarta
belum lama ini seperti dikutip dari Kompas. Lantaran terjadi kisruh antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti, terjadilah dualisme kompetisi. PSSI Djohar Arifin Husin
tidak mengakui keberadaan ISL sehingga kompetisi
yang dikelola oleh PT Liga Indonesia ini pun tidak
mendapat pengakuan dari FIFA. PSSI Djohar Arifin Husin kemudian membentuk
kompetisi baru dengan nama IPL. Kompetisi ini
sebenarnya merupakan kelanjutan dari Liga Prima
Indonesia (LPI), liga tandingan yang digagas oleh
pengusaha Arifin Panigoro dan menjadi kompetisi
ilegal ketika PSSI dipimpin oleh Nurdin Halid. LPI sendiri tak pernah mampu menuntaskan musim
perdana dan satu-satunya karena terhenti di tengah
jalan. Seiring bergantinya rezim kepengurusan PSSI yang
kemudian diambil-alih oleh kubu Djohar Arifin Husin,
LPI pun beralih-rupa menjadi IPL. Sayangnya,
kompetisi resmi PSSI ini hanya diikuti oleh klub saja
yang dinilai berkualitas, seperti Semen Padang,
Persebaya Surabaya, atau PSM Makassar. Selebihnya adalah klub-klub yang notabene belum
familiar bagi sebagian besar publik sepakbola di
tanah air, atau bahkan klub-klub kloningan dari
beberapa klub mapan yang tetap bermain di ISL,
seperti Arema Indonesia IPL, Persija Jakarta IPL, PSMS Medan IPL, dan seterusnya. Oleh karena kondisi tersebut, Irfan Bachdim tak punya
pilihan kecuali bergabung dengan salah satu klub IPL
yang diakui FIFA, yaitu Persema Malang. Pasalnya, ia ingin bermain untuk Timnas Indonesia yang resmi. “Kalau IPL ikut di bawah FIFA, tentu aku akan
main di IPL. Ya, seperti aku bilang, aku ingin
bermain untuk timnas. Jika aku tidak bermain di
federasi (yang tidak diakui FIFA), tentunya aku
tidak bisa bermain di timnas. Jadi, aku tidak punya
pilihan lagi, apa yang mereka (FIFA) instruksikan aku akan mematuhinya,” ungkap Irfan Bachdim
yang kini telah hijrah ke klub Thailand, Chonburi FC, ini.
Posting Komentar