Headlines News :

TutorialBlog
PemainMingguini
Tampilkan postingan dengan label Timnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas. Tampilkan semua postingan

CATATAN Nasional: Tanda-Tanda Kebangkitan Itu Ada


Kekalahan 2-1 dari Arab Saudi bisa menjadi awal yang bagus untuk memulai segalanya dari awal bagi sepakbola Indonesia.
"Yah, kalah lagi. Saya kira hasilnya akan lebih baik setelah menggunakan timnas yang asli."

Begitu komentar seseorang yang ada di samping saya usai menyaksikan laga Indonesia melawan Arab Saudi kemarin, yang berakhir dengan skor 2-1.

Pernyataan tersebut membuat saya tercenung. Alasannya, ada frasa 'asli' yang digunakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asli berarti tidak ada campurannya, tulen, murni. Arti lain, masih menurut KBBI, adalah bukan peranakan.

Jadi timnas yang asli, dalam konteks sepakbola, mungkin bisa didefinisikan sebagai sekumpulan pemain yang membela negaranya sendiri karena merupakan warga asli negara tersebut, bukan peranakan dari negara lain.

Jadi, timnas asli menurut orang ini mungkin akan berbeda dengan etimologi sebenarnya. Bisa jadi, timnas yang asli menurutnya adalah pemain terbaik yang tergabung dalam tim dan membela negaranya. Apakah pemain itu warga asli negara tersebut atau dijadikan warga negara dengan dasar pertimbangan tertentu itu urusan lain.

Pernyataan itu muncul mungkin karena dilatarbelakangi apa yang terjadi dalam dua tahun terakhir di sepakbola Indonesia. Ada dualisme di sejumlah bidang, mulai timnas, asosiasinya hingga kompetisi itu sendiri. Alhasil, pihak yang merasa memiliki mandat penuh menjadi administrator sepakbola Indonesia pun membentuk timnas mereka sendiri.

Hasilnya bisa kita lihat bersama. Ada kekalahan 10-0 dan kegagalan lainnya. Masyarakat Indonesia pun menilai hasil yang ada sebelumnya terjadi karena skuat timnas tidak bermaterikan pemain terbaik.

Kebetulan, para pemain terbaik Indonesia sampai minggu lalu tidak berada di bawah pengawasan administrator sepakbola Indonesia, PSSI. Beruntungnya, masalah tersebut akhirnya berakhir. Sudah ada rekonsiliasi disepakati, Konggres Luar Biasa dilakukan, kesepakatan yang juga disetujui, dan harapannya, semua bisa kembali diarahkan pada kesuksesan Indonesia berbicara di level Asia Tenggara, Asia bahkan dunia lewat sepakbola.

Indonesia memang memasuki babak baru di dunia sepakbola. Setelah konflik berkepanjangan, semua diakhiri minggu lalu. Tak ada lagi dualisme kompetisi dan federasi. Yang ada sekarang adalah optimisme bersama untuk kembali membangun sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Setuju atau tidak, tool yang digunakan sebagai indikator kesuksesan Indonesia di kancah sepakbola secara kasat mata adalah apa yang telah diraih timnasnya. Kemenangan, pemenuhan target awal dan trofi juara menjadi hal yang bisa dibanggakan. Tak ada hal lain, cuma itu.

Tapi, hasil kemarin juga tak bisa dijadikan ukuran kesuksesan. Ingat, tim ini dibentuk hanya dalam waktu empat sampai lima hari. Selain itu, belum ada chemistry yang pas antarpemain. Komposisi tim inti timnas Indonesia juga tidak disolidkan, alias belum ada pakem starting line-up yang menjadi andalan. Belum adanya pelatih tetap dan permanen bekerja di tim membuat banyak juga perubahan dalam hal skema bermain, formasi hingga strategi. Hal seperti ini tak bisa sembarangan diubah.

Timnas Indonesia memang harus mencontoh kompetisi di luar. Bandingkan dengan tim-tim Eropa yang juga menyiapkan tim mereka tak kurang dari seminggu, tapi tetap bisa kompetitif. Pihak klub juga memiliki tanggung jawab besar atas sukses timnas Indonesia.

Tapi, terlepas dari apa yang terjadi kemarin, sudah ada harapan besar untuk sepakbola Indonesia. Kekalahan 2-1 dari Arab Saudi bisa dimafhumi dan dimaklumi. Ini adalah timnas yang baru, bentukan federasi yang baru, meski orang-orangnya masih yang itu-itu saja. Dari orang-orang ini, ada ekspektasi besar digantungkan.

Sekarang, tinggal bagaimana mereka mengelola kepercayaan publik Indonesia untuk mensejahterakan pemain dan memajukan dunia sepakbola Indonesia, lewat klub, lewat kompetisi, lewat timnas.

Setidaknya, dengan 'timnas yang asli' ini, terlepas dari komposisi pemain yang tidak sepenuhnya 'asli'. sudah ada harapan besar untuk memajukan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan juga, tanda-tanda kebangkitan sepakbola Indonesia itu ada, bukan begitu?

Pelatih Arab Saudi Kagumi Fans Indonesia


Suporter Indonesia

Pelatih Timnas Arab Saudi, Juan Ramon Lopez Caro, menyatakan kekagumannya pada suporter Timnas Indonesia yang begitu fanatik saat mendukung tim kesayangannya mereka.
Dia juga terkejut ketika baru tiba di Indonesia, karena melihat masyarakatnya yang memberikan perhatian besar pada sepakbola. Lopez Caro berharap fans Indonesia dapat melihat timnya meraih kesuksesan di laga-laga selanjutnya.
“Selama karier saya, saya baru pertama kali mendapat applause saat konferensi pers. Saya diterima dengan baik di sini (Indonesia), dan saya berterima kasih tentang hal itu,” jelas Lopez Caro dalam konferensi pers usai laga, Sabtu (23/3/2013).
“Saya juga ingin mengatakan bahwa fans di sini sangat luar biasa, dan saya berharap tim Indonesia lebih baik di masa depan,” ujar mantan pelatih Real Madrid ini.
Arab Saudi menundukkan Indonesia 2-1 dalam pertandingan Grup C kualifikasi Piala Asia 2015, yang digelari di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Tim Garuda sempat unggul leboh dulu melalui Boas Solossa, sebelum dibalas dua gol Yousef Mansour E Al Salem.

Aksi Lempar Botol Suporter, Panpel Berharap AFC Tak Beri Sanksi


Suporter indonesia

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Indonesia kontra Arab Saudi, Timmy Setiawan berharap adanya aksi pelemparan botol plastik air mineral yang dilakukan sebagian kecil suporter tim nasional tidak berbuah sanksi dari AFC.
Menurut Timmy, aksi yang dilakukan suporter Indonesia yang melempari suporter Arab Saudi, bukanlah dianggap pelanggaran berat karena baginya wajar apabila terdapat gesekan-gesekan kecil di antara para pendukung. Selain itu, mengenai adanya flare yang dinyalakan di dalam stadion, Timmy juga merasa aksi itu bukan pelanggaran yang bisa mengganggu pemain di lapangan.
“Saya yakin itu bukan merupakan pelanggaran berat, karena pelanggaran berat adalah ketika tindakan suporter dinilai mengganggu jalannya pertandingan, atau mengganggu pemain,” ujar Timmy kepada wartawan seusai pertandingan.
“Kita tentu berharap tidak ada laporan negatif dari pengawas AFC yang tadi ada di stadion. Kita juga belum tahu, karena laporan biasanya baru disampaikan tiga hari setelah pertandingan. Pasti kita maunya tak ada sanksi dari AFC,” tambahnya.
Saat berjalannya laga antara Indonesia kontra Arab Saudi, tanpa diketahui penyebabnya, terjadi aksi pelemparan botol dari suporter Merah Putih yang berada di tribun atas stadion kepada suporter The Green Falcons yang ada di bawahnya. Kejadian itu membuat suporter Arab Saudi diungsikan oleh petugas keamanan ke tribun media.
Namun, ketika sampai di tribun media, masih ada aksi pelemparan, meski dalam skala yang lebih kecil. Akhirnya suporter Arab Saudi diungsikan lagi ke tribun VIP barat, bergabung dengan fans Arab Saudi yang sejak awal telah berada di sana.

Kurnia Meiga

Kebobolan Dua Gol, Penampilan Kurnia Meiga Ciamik
Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi pada partai kedua di ajang Pra Piala Asia 2015, Sabtu (23/3). Gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga harus menerima dua gol yang dilesakkan Arab, oleh Yahia Al Shahry dan Yousef Al Salem.



Kurnia Meiga tampil bagus saat melawan Arab Saudi

Indonesia sempat unggul pada menit kelima. Namun keunggulan tersebut tidak berlangsung lama, 10 menit berselang gawang Kurnia Meiga ternoda oleh gol Yahia Al Shahry. Meiga tidak mampu mengantisipasi tandukan Shahry setelah ia meneruskan umpan lambung dari sisi kiri pertahanan Indonesia.

Pada babak kedua, Meiga harus memungut bola kedua kalinya dari gawang. Kali ini Yousef Al Salem yang menjadi malapetaka bagi kiper Arema tersebut. Skenario terjadinya gol sama dengan yang gol pertama. Diawali dari crossing dari sisi kiri dan diakhiri oleh tandukan kepala.

Namun bagi Rahmad Darmawan, pelatih timnas, penampilan kiper 22 tahun tersebut cukup baik, terlepas dari dua gol yang bersarang ke gawangnya.

“penampilan Kurnia Meiga pada pertandingan tadi cukup baik. Ia berhasil beberapa kali mengantisipasi serangan lawan,” papar Rahmad Darmawan

RD: Indonesia Butuh Banyak Ujicoba Internasional


FOTO:ANTARA/Ismar Patrizki
Jakarta - Dengan persiapan seadanya, Indonesia mampu memberikan perlawanan kepada Arab Saudi. Coach Rahmad Darmawan menilai Indonesia butuh banyak ujicoba sebelum laga berikutnya.

Sebelum menjamu Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (23/3/2013) malam WIB, timnas punya persiapan yang sangat minim. Rahmad bahkan baru mulai melatih timnya pada awal pekan ini.

Namun, hasil yang didapat tidak terlalu jelek. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Boaz Solossa, Skuat Garuda akhirnya harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 1-2.

Setelah ini, ada jeda waktu sekitar tujuh bulan sebelum Indonesia melanjutkan kiprahnya di Kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C. Indonesia baru akan menantang China pada 15 Oktober 2013 mendatang.

Menurut Rahmad, jeda selama tujuh bulan ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menggelar berbagai ujicoba internasional demi meningkatkan persiapan timnas.

"Saya pikir cuma satu yang harus kita lakukan: memperbanyak ujicoba internasional. Karena tadi jujur pemain-pemain ini sudah absen sangat lama sekali, nggak main dalam suatu partai internasional," ungkap Rahmad.

"Makanya tadi saya garisbawahi di awal, bahwa memang beberapa kelihatan sedikit nervous atau keraguan timbul sehingga tidak lepas. Tapi, di babak kedua mereka mulai mengatasinya. Sehingga ujicoba internasional perlu diperbanyak oleh pelatih yang akan datang," tuturnya.

Louis Van Gaal: Kunjungan Ke Indonesia Lebih Spesial


Van Gaal menyatakan Belanda dan Indonesia mempunyai ikatan sejarah yang kuat, sehingga kunjungan nanti berasa spesial.
Pelatih Belanda Louis van Gaal menilai kunjungan tim Oranje ke Indonesia dalam pertandingan persahabatan akan lebih spesial mengacu kepada ikatan sejarah kedua negara.

Belanda diagendakan melakukan pertandingan persahabatan melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 7 Juni 2013, setelah penandatanganan kontrak dengan promotor Nine Sports.

“Kami tahu tim nasional kami dan pemain mereka mendapatkan dukungan fantastis dari suporter di Indonesia. Kami sudah menatap untuk membawa Oranje lebih dekat kepada fans, dan warisan kekayaan budaya,” ujar Van Gaal dilansir laman KNVB.

“Bagaimana pun juga, ada ikatan sejarah di antara kedua negara, yang membuat kunjungan ini akan berasa lebih spesial.”

Selain menggelar laga uji coba, kunjungan Belanda ini juga untuk memberikan dukungan kepada komunitas sepakbola Indonesia. Laman KNVB menyebut pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi kedua negara.

“Kami ingin membagi pengetahuan dan pengalaman sepakbola di Indonesia. Karena itu, sebuah program spesial sudah disusun yang akan membantu federasi sepakbola Indonesia membangun pengetahuan dan struktur sepakbola mereka,” kata direktur komersial KNVB Jean Paul Decossaux.

Roy Suryo Kurang Puas Dengan Performa Timnas


Menpora menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemain, pelatih, serta masyarakat yang memberikan dukungan kepada timnas.
Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy Suryo kurang puas dengan performa yang diperlihatkan para pemain Indonesia ketika dikalahkan Arab Saudi 2-1 dalam laga kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (23/3) malam WIB.

Di laga itu, Indonesia sempat memimpin lebih dulu melalui gol Boaz Solossa saat pertandingan baru berjalan lima menit. Namun dua gol balasan Arab Saudi memupuskan ambisi timnas senior meraih angka pertama mereka di Grup C.

“sebetulnya saya kurang puas dengan penampilan timnas. Tapi saya tetap berterima kasih kepada pemain yang sudah berjuang keras di lapangan. Mereka sudah bermain habis-habisan di lapangan. Apalagi bisa mencetak gol terlebih dahulu,” ujar Menpora.

“Jangan salahkan semua pemain dan pelatih. Kita masih punya waktu panjang, saya berharap permainan mereka bisa lebih baik lagi. Saya tidak kecewa.”

“Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah datang berbondon-bondong ke stadion. Ini memperlihatkan dukungan masyarakat terhadap persepakbolaan Indonesia yang lebih baik setelah adanya penyatuan.”

Pemain Timnas Senior Sempat Gugup Di Babak Pertama


Pelatih Arema ISL ini menilai kepercayaan diri pemain muncul di babak kedua, sehingga berani keluar menyerang.
Salah satu pelatih tim nasional Indonesia Rahmad Darmawan mengungkapkan, para pemain merasa gugup di babak pertama ketika dikalahkan Arab Saudi 2-1 dalam pertandingan Grup C kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (23/3) malam WIB.

Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Boaz Solossa saat laga baru berjalan lima menit. Namun Arab Saudi mampu membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan kedua mereka di laga tersebut.

Menurut RD, sapaan Rahmad, setelah absen selama beberapa tahun, para pemain ini kembali merasakan atmosfer laga internasional. Situasi itu membuat pemain memulai pertandingan dengan gugup.

“Di babak pertama, jujur saja, mereka kurang percaya diri. Mereka baru sekarang lagi bermain untuk tim nasional, dan merasa gugup, sehingga mendapat tekanan di babak pertama,” ucap RD.

“Tapi mereka sudah berani keluar menyerang di babak kedua setelah mendapatkan kepercayaan diri. Kami ucapkan selamat kepada pemain yang berusaha keras memberikan kemampuan terbaiknya.”

“Saya sudah menginstruksikan kepada pemain untuk mengawal nomor delapan [Yahia Sulaiman] dan pemain nomor sepuluh [Nawaf Shaker Alabid]. Mereka sering membuka ruang untuk teman-temannya agar bisa masuk ke pertahanan.”

Indonesia 1-2 Arab Saudi


Sempat unggul lebih dulu berkat aksi Boaz Solossa, Indonesia harus puas kecolongan dua gol lewat aksi Yahya Sulaiman dan Al Salem untuk memastikan tiga angka bagi Arab Saudi.Indonesia vs. Arab Saudi, Gelora Bung Karno Jakarta (GOAL.com/Antara)


Arab Saudi semakin mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup C kualifikasi Piala Asia setelah berhasil mencuri angka penuh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (23/3), dengan mengalahkan Indonesia 2-1.

Kemenangan ini membuat Arab Saudi kini mengoleksi poin enam dari dua laga berlalu. Sementara Indonesia masih mendekam di posisi buncit dengan poin nol.

Babak pertama

Di tengah guyuran hujan yang cukup lebat, Indonesia tetap tampil penuh percaya diri kendati sempat ditekan di awal-awal.

Hasilnya, Boaz Solossa sukses membuat seisi Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh kala pertandingan baru berumur lima menit. Menerima umpan dari tengah, Boas mengontrol bola dengan cerdik mengecoh dua bek Arab sebelum melepaskan tendanganplacing yang mengarah ke sisi kanan gawang kiper Waleed. 1-0 Indonesia memegang kendali laga.

Indonesia sepertinya terlalu terbawa euforia gol pembuka hingga lengah saat memasuki menit ke-14. Sebuah tandukan tajam dari Yahya Sulaiman, menyambut crossing dari sisi kiri pertahanan Garuda, tak mampu diredam kiper Meiga. Kedudukan pun kini sama kuat.

Tuan rumah tersentak. Dua menit berselang Boaz melakuan akselerasi cepat, dan dia berhasil merangsek ke kotak penalti Arab. Namun, sepakan si striker masih terlalu lemah dan mudah saja diamankan kiper Waleed.

Sergio van Dijk coba berusaha membalikkan keadaan pada menit ke-19. Sayang, mendapat kawalan yang ekstra ketat, tandukan striker Persib Bandung itu masih melayang tak berarah.

Arab membuat gebrakan yang cukup mengejutkan di menit ke-22 melalui aksi Al Salem. Setelah dia menerima umpan terobosan, Al Salem melepaskan tendangan ambisius yang masih bisa ditepis sempurna oleh Meiga, sejurus kemudian hakim garis mengangkat bendera tanda momen tadi offiside.

Dua menit kemudian Arab kembali menebar ancaman. Al Jassam mendapat ruang tembak di tepi kotak penalti box Garuda, namun Meiga jatuh reflek dengan apik untuk menepis sepakan berbahaya tersebut. Gawang Indonesia aman.

Van Dijk nyaris membuat gol pembalik keadaan di menit ke-29 andai tandukannya di mulut gawang lawan, setelah menerima umpan silang dari Boaz, tepat sasaran. Sayang, si penjaga gawang rival bergerak cakap untuk mengantisipasi.

Indonesia kembali mendapat momentum lima menit sebelum turun minum via sepakan bebas yang berada di posisi cukup ideal. Sayang, tendangan Ian Kabes, yang menjadi eksekutor, masih melambung jauh di atas mistar.

Sampai kedua tim masuk ruan ganti, skor tetap sama kuat 1-1.

Babak kedua
Di menit-menit awal interval kedua Arab langsung tancap gas menebar tekanan di pertahanan tim Garuda. Namun, serangan cepat tim tamu yang dipimpin oleh Al Abed dan Al Muwallad berujung offside.

Van Dijk merespon peluang barusan dengan sebuah lesakkan terukur dari sisi kiri pertahanan Arab, namun kiper Waleed mampu membendungnya dengan gemilang.

Jual beli serangan! Giliran Arab kembali mengkreasi peluang bagus melalui Al Salem di menit ke-50. Akan tetapi tandukan dia masih tipis melenceng di pinggir kiri gawang Meiga.

Memasuki menit ke-55 publik GBK dibuat dibungkam saat Al Salem kali kedua memaksa Meiga memungut bola dari gawangnya. Tandukan Al Salem meneruskan crossing dari sektor kanan tak kuasa dihentikan Meiga. 2-1 Arab berbalik unggul.

Sebuah dentuman spekulatif dari Al Jassim di menit ke-61 hampir membawa Arab semakin menjauh. Sayang, usaha si gelandang masih melebar tipis.

Tiga menit berikutnya giliran Taiseer Jabir yang coba mentes Meiga. akan tetapi sepakan simidfielder juga masih mengarah ke sisi kiri gawang Meiga.

Menginjak menit ke-77 serangan sporadis Arab tidak berhenti. Meiga kembali harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari kemungkinan kebobolan. Sepakan Al Muwallad mampu ditepis dengan baik olehnya, dan berujung corner.

Enam menit menuju bubaran Arab sama sekali tidak menunjukkan penurunan intensitas serangan. Mereka tetap tampil cepat. Aldawsari berupaya memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia, namun arah bola tendangannya masih persis berhenti di dekapan Meiga.

Pada menit ke-86 Indonesia akhirnya keluar dari serangkaian ancaman terorganisir anak-anak Arab. Sebuah sepakan bebas dari jarak jauh menemui kepala van Dijk. Sayang masih melambung di atas mistar Waleed.

Pasukan Garuda berusaha mengejar ketinggalan di sisa waktu yang ada. Boaz memiliki satu kesempatan bagus, setelah menggiring bola memotong pertahan Arab, dia langsung menembakkan bola ke gawang Waleed, tetapi benteng pertahanan Arab dengan cepat menutup celah untuk memblok upaya si striker.

Pun demikian usaha yang digencarkan Greg Nwokolo di masa tambahan waktu. Umpan silang datar Nwokolo di mulut gawang masih dapat dipatahkan tembok pertahanan tim tamu.

Peluit panjang dibunyikan, kedudukan 2-1 tidak berubah untuk kemenangan Arab.


Indonesia Starting XI:
 Meiga (GK); Zulkifly, Igbonefo, Hamka, Supardi; Ridwan, Manu Wanggai, Ponaryo, Kabes; Boaz, Sergio.

Arab Saudi Starting XI: Waleed (GK); Khalafi, Al Sharbi, Hawsawi, Al Moussa; Al Shehri, Al Abed, Khariri, Al Jassim; Al Salem, Al Muwallad.Di menit-menit awal interval kedua Arab langsung 

Ratusan Suporter Timnas Geruduk Kantor PSSI

PREVIEW: Indonesia - Arab Saudi
Ratusan suporter timnas meminta penjelasan dari PSSI terkait dengan penjualan tiket pertandingan antara Indonesia dan Arab Saudi besok (23/3).

Ratusan suporter tim nasional Indonesia menggeruduk kantor PSSI di areal Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat, hari ini (22/3), untuk meminta kejelasan atas penjualan tiket pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi.

Sebelumnya mereka hanya meminta penjelasan dari luar areal kantor, namun karena tidak ada penjelasan secara resmi, akhirnya ratusan suporter mendesak untuk masuk ke kantor PSSI. 

Di dalam kantor PSSI, suporter menuntut agar tiket pertandingan dapat dijual hari ini. Namun, pihak PSSI tetap teguh akan melepas tiket di hari pertandingan (23/3).

"Saya sudah datang jauh-jauh tapi tiket belum dijual. Informasi yang saya dapat tiket dijual hari ini. Mana yang benar?," kata salah satu suporter, Eko Pribadi.

Setelah ada desakan dari para calon suporter akhirnya pihak PSSI memberikan pengumuman secara resmi jika tiket akan dijual secara langsung Sabtu (23/3) mulai pukul 10.00 WIB. Penjualan tiket dilakukan di loket-loket yang dipersiapkan.

Dengan adanya pengumuman ini, calon suporter berangsur-angsur meninggalkan Kantor PSSI dengan kecewa. Namun masih banyak pula yang tetap bertahan di areal Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Besok saya akan datang lebih pagi. Ini demi timnas," kata suporter lain bernama Iwan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiket pertandingan timnas Indonesia dapat dibeli di lima loket, yakni Pintu Utara, Selatan, Barat, Timur, dan dekat Masjid Al-Bina. Tiket Kategori 3 akan dijual dengan harga Rp50 ribu, dan Rp100 ribu untuk Kategori 2. Sedangkan Kategori 1 dilepas seharga Rp200 ribu, Rp500 ribu (VIP), dan Rp1 juta (VVIP).

HEAD-TO-HEAD: Hadapi Arab Saudi, Tren Indonesia Meningkat


Meski tidak pernah menang atas Arab Saudi, grafik permainan Indonesia makin meningkat atas lawannya tersebut.
Tim nasional Indonesia memang belum pernah meraih kemenangan ketika menghadapi Arab Saudi dalam semua ajang. Dalam 11 kali pertemuan sejak berhadapan di Islamic Games 1980 di Izmir, Turki, Garuda hanya mampu sekali menahan imbang dan berakhir dengan kekalahan.

Hanya empat kali Indonesia berhasil menjebol gawang Arab Saudi. Menariknya, dua dari empat gol tersebut diborong putra-putra Papua. Ronny Wabia tercatat sebagai pencetak gol pertama Indonesia ke gawang Arab Saudi sepanjang sejarah pertemuan di level A internasional. Ronny melakukannya pada laga uji coba jelang Piala Asia 1996 di Dammam. Berselang 11 tahun, Elie Aiboy tercatat sebagai pencetak gol terakhir Indonesia (hingga kini) yang dilesakkannya ke gawang Arab Saudi saat Piala Asia digelar di Jakarta.

Eduard Ivakdalam sebenarnya pernah berpeluang menyamai catatan rekan-rekan sepulaunya, tetapi gagal mengeksekusi penalti sewaktu kualifikasi Piala Asia 2004. Dua gol lain diciptakan Irwansyah dan Ilham Jayakesuma. Irwansyah melakukannya pada kualifikasi Piala Dunia 1998, sedangkan Ilham saat kualifikasi Piala Dunia 2006. Pada laga ketika Ilham mencetak gol, seorang putra Papua lain mengukir debut untuk tim Merah-Putih. Usianya baru menginjak 18 tahun 210 hari saat itu. Namanya Boaz Solossa.

Perlawanan paling sengit tentu terjadi di Piala Asia 2007. Sayangnya, meski sudah bertarung sekuat tenaga, skuat asuhan Ivan Kolev dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-1. Meski kalah, permainan timnas Indonesia mendapat banyak apresiasi karena mampu memberi perlawanan ketat.

Terakhir, Indonesia bertemu dengan Green Falcon di sebuah laga uji coba yang digelar di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia. Hasil positif diraih timnas Indonesia yang saat itu ditangani oleh Wim Rijsbergen dengan meraih hasil imbang 0-0. Saat itu, kiper I Made Wirawan mendapatkan banyak pujian karena aksi impresifnya dalam menahan gempuran pemain Arab.


 Indonesia | 11 laga: M0 S1 K10 Gol: 4-32 | Arab Saudi
12/10/1980IzmirIslamic GamesINDONESIA0:2ARAB SAUDIArab Saudi
25/09/1986GwangjuAsian GamesINDONESIA0:2ARAB SAUDIArab Saudi
29/11/1996DammamUji CobaArab SaudiARAB SAUDI4:1INDONESIA
09/03/1997DammamUji CobaArab SaudiARAB SAUDI2:0INDONESIA
12/03/1997DammamUji CobaArab SaudiARAB SAUDI3:1INDONESIA
10/10/2003JeddahPra-Piala AsiaArab SaudiARAB SAUDI5:0INDONESIA
17/10/2003JakartaPra-Piala AsiaINDONESIA0:6ARAB SAUDIArab Saudi
18/02/2004RiyadhPra-Piala DuniaArab SaudiARAB SAUDI3:0INDONESIA
12/10/2004JakartaPra-Piala DuniaINDONESIA1:3ARAB SAUDIArab Saudi
14/07/2007JakartaPiala AsiaArab SaudiARAB SAUDI2:1INDONESIA
07/10/2011Shah AlamUji CobaINDONESIA0:0ARAB SAUDIArab Saudi
Apabila dilihat kembali, grafik hasil akhir yang diraih oleh tim nasional Indonesia menghadapi Arab Saudi semakin meningkat. Oleh karena itu, di pertandingan menghadapi Arab 23 Maret nanti, bukan mustahil Indonesia memperbaiki catatan mereka dan meraih kemenangan perdana atas Arab Saudi.
Meskipun secara kualitas, Arab masih unggul di atas Indonesia, namun kembali tampilnya pemain-pemain terbaik di skuat timnas membuat optimisme kembali membumbung. Belum lagi, tekanan yang akan dihadirkan oleh suporter timnas di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Diharapkan totalitas dukungan suporter fanatik kepada timnas, akan membuat Green Falcon sedikit goyah dan memberi celah untuk Indonesia.
GOAL.com menyajikan review beberapa pertandingan terakhir antara Indonesia dan Arab Saudi:

 Indonesia 1-3 Arab Saudi
 


Bertekad membalas kekalahan 3-0 di kandang Arab Saudi, Indonesia malah tampil melempem di awal pertandingan. Tim tamu berhasil menyarangkan dua gol cepat melalui Talal Al-Meshal ketika laga baru berjalan sembilan menit dan gol Hussein Sulaimani empat menit kemudian.

Indonesia berupaya membalas. Boaz Solossa, tampil debut untuk tim Merah-Putih, tampil cukup apik bersama Ilham Jayakesuma dalam mengancam gawang lawan, namun tembok pertahanan Arab Saudi masih terlalu tangguh. Situasi itu membuat pemain-pemain Indonesia semakin frustrasi, hasilnya Ismed Sofyan melakukan pelanggaran keras yang tidak perlu di menit akhir babak pertama hingga membuatnya mendapatkan kartu merah.

Di babak kedua, meski bermain dengan sepuluh pemain, Indonesia mampu tampil lebih tenang. Baru lima berjalan usaha skuat asuhan Peter Withe membuahkan hasil, Ilham berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 yang membuat kepercayaan diri tim tuan rumah semakin meningkat. 

Namun, sayang kematangan tim lawan membuat Indonesia tidak mampu menjaringkan gol penyama kedudukan. Kurniawan Dwi Yulianto dimasukkan untuk mengganti Ilham, namun pergantian tersebut juga masih buntu. Bahkan, Arab Saudi menegaskan kemenangan mereka melalui gol Yasser Al-Qahtani pada sepuluh menit sebelum pertandingan usai.



 Arab Saudi 2-1 Indonesia
 


Selaku tuan rumah grup grup D Piala Asia, Indonesia tampil trengginas menghadapi tim-tim besar Asia seperti Korea Selatan, Bahrain dan tentu saja Arab Saudi.

Skuat asuhan Ivan Kolev membuka grup ini dengan kemenangan atas Bahrain dengan skor 2-1. Optimistme dan harapan melambung tinggi, meski di laga kedua mereka ditantang oleh Arab yang belum pernah ditumbangkan.

Arab kembali memulai pertandingan dengan bagus, pergerakan Al-Qahtani kembali menjadi momok paling menakutkan. Hasilnya, di menit ke-12, striker andalan Arab tersebut berhasil menaklukkan Jendri Pitoy melalui tandukan kerasnya.

Namun, Indonesia yang berada dalam semangat tinggi, langsung berhasil menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Syamsul Chaeruddin dengan luar biasa dua kali merebut bola dari kaki pemain lawan sebelum diteruskan kepada Elie Aiboy yang kemudian melewati kiper dan mencetak gol penyeimbang.

Gol tersebut membuat semangat tim Garuda semakin meninggi, bahkan Indonesia terus menekan dan beberapa mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol. Pergerakan lincah Aiboy benar-benar menjadi mimpi buruk bagi pertahanan tim tamu. Beruntung Arab memiliki kiper Yasser Al Mosailem yang mampu mementahkan peluang-peluang tersebut.

Tekanan Indonesia terus berlanjut di awal babak kedua, peluang demi peluang didapat namun tidak ada yang membuahkan hasil maksimal.

Sedikit demi sedikit Arab Saudi berhasil keluar dari tekanan dan balik menekan ketika stamina pemain-pemain Indonesia mulai kedodoran. Gol kemenangan Arab didapat di menit injury time ketika tandukan Saad Al Harthi, yang masuk di babak kedua menggantikan Al Qahtani, tidak dapat dibendung oleh Pitoy sehingga kedudukan berakhir dengan skor 2-1.

Indonesia akhirnya gagal lolos dari grup D setelah di pertandingan terakhir skuat besutan Kolev menyerah dengan skor 1-0 dari Korsel.

 Indonesia 0-0 Arab Saudi
 


Bertanding di stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Indonesia menjajal kekuatan Arab Saudi untuk persiapan pertandingan kualifikasi Piala Dunia menghadapi Qatar empat hari setelahnya.

Arab langsung menguasai jalannya pertandingan di awal babak pertama, Yasser Al-Qahtani kembali menjadi pemain yang paling berbahaya di kotak penalti Indonesia. Bahkan ia sempat mengancam gawang tim Garuda di menit pertama, beruntung I Made Wirawan mampu mengubah arah bola sehingga hanya membentur mistar gawang.

Indonesia mampu keluar dari tekanan di pertengahan babak pertama, skuat asuhan Wim Rijsbergen tersebut sempat mendapat peluang melalui Irfan Bachdim namun sayang masih belum membuahkan hasil.

Di babak kedua, kedua tim tetap menampilkan permainan menyerang. Indonesia dan Arab memiliki peluang emas untuk mencetak gol, tetapi ketangguhan I Made Wirawan dan kiper Arab Ali Waleed mampu menjaga skor imbang tanpa gol menjadi skor akhir pertandingan ini.

Garuda siap terbang kelangit yang tinggi


JAKARTA (RP) - Pelatih Tim Nasional Indonesia Rahmad Darmawan (RD) terus mengasah kemampuan pemain. Tak hanya soal kemampuan teknis tapi juga mental bertanding.

"Saya selalu menekankan kepada seluruh pemain untuk memotivasi diri untuk menang. Soal hasil itu nanti, karena kalau belum apa-apa sudah merasa kalah itu bukan sesuatu yang baik," kata RD usai memimpin latihan sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Rabu (20/3).

RD mengungkapkan, ada beberapa hal yang masih perlu dikoreksi. Soal gambaran pemain, RD mengaku sudah mengantonginya.

"Gambaran pemain sudah ada, tapi kita akan menajamkannya lagi agar pengertian antar lini jalan dengan baik," ujarnya.

Kondisi pemain, kata RD, juga sudah baik semua. Ia menyatakan semua pemain siap diturunkan meski ada satu dua yang cedera ringan.

"Yang pasti kita akan menentukan pemain yang kita butuhkan sesuai karakter yang akan kita mainkan di hari Sabtu," jelasnya.

Dalam latihan Rabu (20/3) sore, tim pelatih melakukan simulasi dengan beberapa kombinasi. RD mencoba meningkatkan kemampuan penyerangan terutama dari sayap dan tengah lapangan.

"Pemain punya kemampuan bagus, permainan melalui wing play, midfield, berjalan baik". Kami memberikan passing dan peneterasi ini yang sudah bagus. Kita harus bermain rapat tidak memberi banyak space di lapangan tengah," ujar RD. (abu/jpnn)

'Pencoretan Pemain Timnas Dilakukan Beberapa Saat Jelang Laga'


FOTO:detikSport/Rachman Haryanto
Jakarta - Hingga dua hari menjelang laga Kualifikasi Piala Asia melawan Arab Saudi, Indonesia belum menentukan daftar 23 pemain. Siapa-siapa saja yang dicoret baru akan diketahui beberapa saat sebelum laga.

'Skuat Garuda' saat ini masih dihuni oleh 28 pemain. Itu berarti masih ada lima orang pemain lagi yang harus dicoret.

Ketika ditanya mengenai siapa saja yang akan dicoret, pelatih Rahmad Darmawan menyatakan bahwa keputusan itu baru bisa diketahui saat laga itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dihelat, Sabtu (23/3/2013) malam WIB.

"Penentuan 23 pemain akan diketahui saat pertandingan, tidak akan ada pengumuman seperti kemarin. Semua pemain yang ada saat ini akan terus bersama-sama," terang RD seusai memimpin latihan di lapangan Sutasoma 77 Halim Perdana Kusuma, Kamis (21/3/2013) sore WIB.

Ketika ditanya siapa pemain yang akan menjadi kapten, RD mengaku sudah memiliki kandidat.

"Saya sudah memiliki dua kandidat. Tapi, nanti saja saya ungkapkan," ujar pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC itu.

Timnas Fokus Latihan untuk Lini Pertahanan

Jakarta - Timnas Indonesia kembali melakukan latihan menjelang laga kualifikasi Piala Asia melawan Arab Saudi. Dalam latihan hari ini, 'Skuat Garuda' melakukan simulasi pertandingan yang fokus pada lini belakang.

Latihan tersebut berlangsung di lapangan Sutasoma 77, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (21/3/2013), jam 15.30 sore WIB. Latihan dipimpin Rahmad Darmawan (RD) selaku pelatih kepala. Dia dibantu oleh Jackson F. Tiago dan Yeyen Tumena.

Para pemain, yang terdiri dari 28 orang, dibagi RD dalam dua kelompok untuk melakoni latihan kerja sama menggunakan seperempat lapangan.

Sementara itu ketiga penjaga gawang, Samsidar, I Made Wirawan, dan Kurnia Meiga, melakukan latihan terpisah dipimpin oleh Alan Afiludin.

Sejam kemudian, simulasi pertandingan menggunakan 3/4 lapangan digelar. Sesekali RD menghentikan permainan untuk memberikan instruksi kepada para pemain.

"Latihan kali ini untuk membiasakan pemain tengah dan bertahan untuk saling menutupi agar bisa saling mengantisipasi serangan," jelas RD seusai latihan.

"Pertahanan terus dilakukan koreksi, besok masih akan ada latihan. Tapi, bukanlah latihan yang berat karena hanya akan melakukan latihan bola mati mengingat mereka akan banyak melakukan umpan silang," imbuhnya.

Jajaran Pelatih Timnas Antisipasi Lini Tengah Arab Saudi

RD menilai dua sayap Arab Saudi memiliki kecepatan, dan akurasi umpan yang sangat bagus.Jajaran pelatih tim nasional Indonesia sedikit banyak telah mengetahui kekuatan Arab Saudi yang bakal menjadi lawan tim Merah Putih di matchday kedua Grup C kualifikasi Piala Asia 2015 akhir pekan ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Salah satu pelatih timnas senior Rahmad Darmawan mengungapkan, ia telah melakukan simulasi terkait permainan yang bakal diterapkan saat menjamu The Green Falcon. Simulasi ini bakal lebih dimantapkan setelah jajaran pelatih bersama para pemain melihat rekaman video permainan Arab Saudi.

Menurut RD, sapaan Rahmad, Arab Saudi memiliki kekuatan di lini tengah. Kedua sayap tim besutan Lopez Caro itu mempunyai pergerakan cepat, serta akurasi umpan yang bagus dari para gelandangnya.

“Lini tengah mereka sangat bagus, itu yang harus diwaspadai. Kami harus bisa bermain dengan efisien sambil mencoba melakukan serangan yang efektif,” ujar RD kepada wartawan.

Jajaran pelatih baru mendapatkan rekaman video dua pertandingan terakhir Arab Saudi, yakni ketika mengalahkan Cina 2-1 di laga pembuka Grup C, serta saat menggasak Malaysia 4-1 di pertandingan uji coba.

Habil Marati Bujuk Luis Manuel Blanco Tak Lapor FIFA


Habil Marati mengungkapkan Luis Manuel Blanco telah melaporkan pergeseran jabatannya menjadi direktur teknik timnas Indonesia kepada kedubes Argentina di Indonesia.

Manajer Timnas versi Badan Tim Nasional (BTN) Habil Marati mengatakan dirinya akan berusaha untuk membujuk Luis Manuel Blanco agar masalah pergantian pelatih timnas Indonesia tidak dilaporkan kepada FIFA.

"Kami terus mencoba menenangkan Blanco. Jangan sampai kejadian ini merugikan PSSI. Ini demi kepentingan bangsa," kata Habil Marati usai.

Atas pergantian tersebut, Manuel Blanco dan dua asistennya yaitu Marcos Conenna dan Jorge Di Gregorio serta penerjemah Fredy, didampingi dengan Habil, datang menemui Menpora Roy Suryo.

Menurut Habil, dalam pembicaraan tersebut, Manuel Blanco sebenarnya tetap berstatus sebagai pelatih timnas dan sebelumnya tidak ada pembicaran terkait dengan pergeseran tugas sebagai Direktur Teknik timnas

Dengan pergeseran tersebut, Habil mengatakan Manuel Blanco telah melaporkannya ke kedutaan besar Argentina di Indonesia, mengingat kedatangannya atas kerja sama kedua negara.

"Siap-siap saja menerima protes dari Menpora Argentina," kata Habil Marati dengan tegas.

Sementara itu, Menpora Roy Suryo mengaku bahwa pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI bukan berarti semuanya telah tuntas. Masih banyak hal yang harus diselesaikan demi pengembangan dan peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.

"Ini baru setengah jalan. Banyak hal harus diselesaikan mulai masalah gaji pemain hingga adanya dugaan gratifikasi," katanya.

Timnas Buka Opsi Mainkan Trio Boaz-Andik-Van Dijk



SBI - Tim nasional Indonesia akan bermain agresif menghadapi Arab Saudi pada lanjutan pertandingan Pra Piala Asia 2015 pada Sabtu 23 Maret 2013 mendatang. Pelatih Timnas, Jacksen F Tiago, membuka opsi memasang tiga striker di lini depan.

Jacksen berduet dengan Rahmad Darmawan menangani Timnas. Keduanya pun sering membahas strategi terbaik untuk menumbangkan pertahanan lawan
yang akan dihadapi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Salah satu opsinya adalah memainkan trio Boaz Salossa, Sergio Van Dijk dan Andik Vermansyah di lini depan. Boaz dan Andik akan bergerak dari sayap,
sedangkan Van Dijk bermain menjadi target man.

"Tim pelatih kami punya rencana dan penilaian. Semua ini harus sesuai dengan strategi. Yang jelas, ke-28 pemain yang ada sekarang punya kesempatan
main," ucap Jacksen usai memimpin latihan pagi, Rabu 20 Maret 2013.

"Tapi, nanti kita kembalikan pada latihan sehari-hari dan lihat kondisi terakhir mereka."

Selain ketiganya, skuad Garuda juga mempunyai bomber lainnya yakni Greg Nwokolo, Titus Bonai dan Irfan Bachdim. Sebenarnya ada satu penyerang potensial lainnya, yakni Patrich Wanggai. Namun, bomber Persipura Jayapura itu dicoret dari skuad.

"Saya tidak mau komentar soal itu. Saya tidak mau bicara soal Wanggai yang dicoret. Tidak perlu kita bicara soal itu. Saya juga tidak akan mengomentari
pemain lain yang dicoret," lanjut Jacksen.

Mengenai target melawan Arab Saudi, Jacksen menolak untuk memasang satu poin. "Yang penting, kita berjuang saja. Kita akan siapkan tim terbaik untuk
menghadapi mereka," ucapnya. 

Hadapi Arab Saudi, RD Tekankan Sistem Transisi Permainan


Jakarta - Pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan, mulai memberikan pematangan sistem transisi permainan timnas guna mengantisipasi serangan menghadapi Arab Saudi.

"Untuk melawan Arab Saudi, kami butuh pemahaman lebih mengenai sistem transisi permainan. Arab Saudi memiliki kemampuan penguasaan bola yang bagus di lini tengah," ujar coach RD, di Jakarta, Rabu (20/3/2013).

RD mengakui Arab Saudi bukan lawan yang mudah. Ia pun meminta anak asuhnya itu untuk mewaspadai permainan sayap mereka. Untuk itulah, RD akan mematangkan bagaimana transisi permainan yang baik untuk melawan Arab Saudi.

"Sayap-sayap mereka juga sangat baik dalam membangun serangan. Cepat, kuat dan punya crossing-crossing bagus. Maka dari itu transisi permainan yang baik sangat diperlukan. Para pemain harus tahu bagaimana mereka membangun serangan. Lalu mereka harus bisa cepat mundur dalam bertahan."

"Bagaimana menjaga wilayah dan pergerakan lawan, itu akan jadi kunci utama di pertandingan lawan Arab nanti. Yang pasti para pemain harus berkonsentrasi penuh saat laga nanti."

Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 23 Maret mendatang. Timnas saat ini telah men

Jajaran Pelatih Timnas Ungkap Alasan Pencoretan Pemain


Administrasi dan kebugaran pemain menjadi salah satu pertimbangan pencoretan pemain dari skuat timnas.
Duet pelatih tim nasional Indonesia Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago mengungkapkan alasan pencoretan sejumlah pemain sebagai bagian dari penciutan skuat menjelang duel melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015.

Dalam keterangannya kepada wartawan, RD, sapaan Rahmad, mengatakan, tidak mudah bagi dirinya dan Jacksen mencoret pemain, karena mereka memperlihatkan performa yang bagus saat menjalani latihan.

“Diego [Michiels] pemain pintar. Tapi melawan Arab Saudi akan berlangsung 90 menit. Kami membutuhkan pemain dengan fisik prima. Sedangkan Diego sudah tiga bulan tidak berlatih, dan baru berlatih selama dua pekan di pelatnas,” ungkap RD.

“Begitu juga dengan Ferdinand [Sinaga]. Dia pemain bagus, tapi kondisinya belum maksimal, karena dia baru sembuh dari cedera lutut.”

“Sedangkan [Stefano] Lilipaly tak masuk karena alasan administrasi dalam tahapan proses naturalisasi. Padahal kami sangat membutuhkan pemain seperti dia.”

Sementara itu, Jacksen menegaskan, jajaran pelatih tidak pernah membedakan asal kompetisi pemain dalam menentukan skuat yang disiapkan melawan Arab Saudi, baik dari Indonesian Premier League (IPL) mau pun Indonesia Super League (ISL).

“Dalam memilih pemain memang selalu menimbulkan pro dan kontra yang tak akan memuaskan semua pihak. Kami tidak membeda-bedakan pemain ISL dan IPL. Kami sangat menjauhi pikiran itu [membeda-bedakan],” tegas Jacksen.
 

Berita LPI


Berita Timnas


Berita ISL

BeritaSuporter
23 Mar 2013

Pelatih Arab Saudi Kagumi Fans Indonesia

Pelatih Timnas Arab Saudi, Juan Ramon Lopez Caro, menyatakan kekagumannya pada suporter Timnas Indonesia yang begitu fanatik saat mendukung tim kesayangannya mereka...
More news
TipsPemainBola
17 Mar 2013

Cara Menjadi Pesepak Bola Handal

Untuk menjadi pemain handal kita harus tahu langkah-langkah. seperti berikut: Sedikit info Rajin Berlatih Sepak bola, dikarenakan latihan merupakan penilaian dari seorang pelatih ...
More news

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Bola Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger