Headlines News :

TutorialBlog
PemainMingguini
Tampilkan postingan dengan label Persegres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persegres. Tampilkan semua postingan

Gresik binggung tentukan kapten


Khusaeri masih belum bisa menentukan siapa kapten tim Gresik United.
Tak hanya fokus dalam hal mencari pelatih baru, sebagai suksesor Suharno yang sudah dipecat, Gresik United saat ini juga masih dibingungkan dengan sosok pemain yang pas, untuk diplot sebagai kapten tim.

Kala masih ditangani Suharno, ban kapten tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut ‘begitu kuat’ melingkar di bahu Gustavo Chena. Namun seiring kepergian Suharno, duet caretakerGresik United Khusaeri dan Suwandi HS, terlihat masih belum sreg dengan pemain asal Argentina tersebut.

“Pemilihan kapten itu, murni kesepakatan dari tim pelatih. Sampai saat ini, kami masih mencari-cari sosok kapten yang pas buat memimpin skuat dalam setiap melakoni pertandingan. Kalau Chena, saya rasa orangnya terlalu pendiam,” ungkap Khusaeri kepadaGOAL.com Indonesia.

Imbas kurang begitu memikatnya Chena dalam memimpin rekan-rekannya di hadapan duetcaretaker tersebut, ban kapten tim Gresik United kini mulai berpindah-pindah, pernah berada di bahu Aldo Barreto maupun Sasa Zecevic. Dan terakhir kala bertemu Persita di Tangerang, jabatan kapten dipercayakan pada sosok Agus Indra Kurniawan.

Saat disinggung mengenai siapa yang bakal mendapat kepercayaan menjabat sebagai kapten tim, saat ditantang tuan rumah Persib Bandung pada 30 Maret mendatang, Khusaeri masih belum bisa menjawabnya.

“Yang jelas, kami masih memantau perkembangan. Siapa yang siap, dialah yang nanti akan diplot menjadi kapten,” tegasnya.

Mantan palang pintu Petrokimia Putra Gresik ini juga menghimbau kepada kapten yang terpilih nantinya, agar lebih komunikatif dan mudah bersosialisasi dengan rekan-rekannya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia juga menambahkan, bila sebagai kapten itu harus memiliki jiwa mengayomi para pemain lainnya.

“Kapten tim, harus pandai bersosialiasi di lapangan dengan rekan-rekannya. Kapten juga harus bisa mengayomi rekan-rekannya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pokoknya layak sebagai figur panutan lah,” beber Khusaeri.

Sementara Agus Indra yang menjabat sebagai kapten tim terakhir Gresik United di pertandingan Indonesia Super League (ISL) 2013, juga belum dipastikan kembali mengenakan ban kapten kala bersua Persib.

“Jika Agus Indra kami rasa siap menjadi kapten lagi, maka kami akan memberikan kesempatan itu lagi kepadanya. Tapi kalau dia tidak siap, kami akan memilih alternatif lain yang lebih siap,” pungkasnya.

Usai mendapat hasil kurang memuaskan di beberapa partai, Gresik United akhirnya mendapat satu tambahan poin yang didapat dari lawatannya ke markas Persita. Dalam laga tersebut mereka sukses menahan imbang Persita 2-2, dan membuatnya berhak berada di peringkat kesepuluh dengan 14 poin dari 12 kali pertandingan. (gk-43)

Khusaeri Tetap Jadi Pilihan Manajemen Gresik United


Khusaeri tercatat sudah memegang tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Gresik itu selama tiga pertandingan.

Belum ada tanda-tanda bila Gresik United akan dinahkodai pelatih baru dalam waktu dekat, pasca lengsernya Suharno dari jabatan pelatih kepala. Keadaan ini sepertinya akan bertahan, sampai mereka menantang tuan rumah Persib Bandung, Sabtu (30/3) mendatang. Menghadapi laga ini, Gresik United masih akan dipimpin oleh caretaker Khusaeri.

Menurut media officer Gresik United Adi Sarminto, hasil positif kala menahan tuan rumah Persita Tangerang dengan skor 2-2, Minggu (17/3) lalu, menjadi salah satu parameter untuk tetap mempercayakan Khusaeri membesut tim Gresik United menghadapi Persib.
“Lewat sentuhan caretaker coach Khuisaeri yang sudah kenyang pengalaman dan santun, kami berharap Gresik United dapat segera bangkit dan dapat menemukan kembali irama permainan yang ngotot dan pantang menyerah. Kami juga berharap, coach Khusaeri dapat mengembalikan Gresik United ke jalur kemenangan di laga-laga selanjutnya,” papar Adi seperti dilansir dalam situs resmi klub.
Dengan demikian, Khusaeri tercatat sudah memegang tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Gresik itu selama tiga pertandingan. Dengan rincian, dua laga berakhir dengan kekalahan, yakni kalah dari Sriwijaya FC dan Arema, serta satu laga tandang yang berakhir dengan skor imbang kontra Persita.
Menanggapi hal itu, manajer Gresik United Thoriq Majiddanor mengaku, hingga kini tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu belum menunjuk pelatih kepala baru, untuk menggantikan posisi Suharno yang dipecat.
"Manajemen masih mempercayai dan memberi kesempatan kepada pelatih caretaker Khusaeri, dan pelatih baru juga belum ditentukan," sahut Jiddan-sapaan akrab dari Thoriq Majiddanor.
Oleh karena itu, Jiddan meminta seluruh pemain tetap fokus menghadapi laga tandang melawan Persib. Kemudian selanjutnya menghadapi laga kandang melawan PSPS Pekanbaru, tanpa memikirkan masalah perekrutan pelatih.
Padahal sebelumnya, dua nama asing pernah santer diisukan bakal merapat ke Gresik United guna menggantikan posisi lowong yang ditinggalkan oleh Suharno. Mereka adalah Peter Butler asal Inggris mantan pelatih Persiba Balikpapan, dan Angel Alfredo Vera asal Argentina mantan asisten pelatih Persela Lamongan.
Sementara itu, salah satu punggawa Gresik United Mulham Arifin mengatakan, tidak mempersoalkan siapa yang akan melatih Gresik United nantinya. Sebab, dirinya hanya akan fokus dalam menatap setiap pertandingan ke depan.
"Hingga kini memang belum ada kabar soal pelatih baru, dan Pak Khusaeri masih tetap melatih kita," ujar Mulham.
Ia berharap, jika nanti benar Gresik United merekrut pelatih baru, sosok pelatih ini harus bisa menumbuhkan atmosfer persaingan yang sehat di antara pemain. Selain itu, tidak ada diskriminasi atau perlakukan istimewa terhadap salah satu pemain. Dan ia juga berharap, semua pemain harus mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama.
"Jangan sampai pelatih yang baru nanti, pilih kasih kepada salah satu atau sebagian pemain. Semua pemain harus diperlakukan dan diberi kesempatan yang sama. Intinya, persaingan sehat lah," pesan Mulham. (gk-43)

Persegres Puas Raih Poin Tandang Kontra Persita



Laga antara Persita Tanggerang versus Persegres Gresik United akhirnya digelar pada Senin pagi (18/3) sebagai buntut penundaan akibat hujan lebat di Stadion Mashud Wisnu Saputra-Kuningan, Minggu sore (17/3). Dalam laga pagi tadi, kedua tim harus puas berbagi hasil imbang 2-2.




Laga yang hanya menyisakan 60 menit ini sudha berlangsung keras sejak kick-off. Cristian Carasco dan Ade Cantra menyumbang gol untuk tuan rumah. Sedangkan gol untuk tim tamu dicetak April Hadi dan Rizky Novriansyah, yang sukses mengamankan satu poin di laga tandang.




Hasil imbang ini pun menjadi poin perdana yang diraih caretaker Persegres, Khusaeri. "Senang sekali akhirnya kami bisa mendapatkan poin di laga tandang, semoga terus menjadi lebih baik," jelas Khusaeri.




Kecolongan satu poin kandang membuat Giman Nurjaman, pelatih Persita Tanggerang, bakal kembali melakukan evaluasi terhadap lini belakangnya yang dianggapnya masih emosional dan kurang tenang.




"Konsentrasi pemain sedikit menurun karena terpancing emosi, tapi secara permainan cukup bagus dibanding sebelumnya," ungkap Giman Nurjaman. (Lin)

Dafter 10 Atlet terkaya Indonesia


Hingga saat ini, masih jarang sekali lembaga independen yang mengadakan survey tentang atlet terkaya di indonesia. Hal ini mungkin dikarenakan karna sangat sulitnya untuk mengukur tingkat kekayaan atlet tersebut. Apalagi jika yang dihitung adalah dari semua aspek kegiatan ekonomi yang dia jalankan, maka akan sanagt sulit sekali bagi lembaga survey tersebut untuk mengadakan data

Tapi jika perhitungan survey didasarkan pada penghasilan atas prestasinya dalam olahraga, maka bukan tidak mungkin hal ini dilakukan, dan itu adalah salah satu survey yang akan kami tampilkan pada anda yaitu tentang daftar 10 atlet terkaya di indonesia yang dihitung berdasarkan pendapatan /gaji kegiatan keatletikan mereka

berikut adalah daftarnya :

10.Susi Susanti, bulu tangkis

Susi memang menjadi jawara olimpiade bulutangkis dunia, tapi itu 18 tahun lalu di barcelona, lantas kenapa susi tetap masuk hitungan ? jawabanya adalah karna pertama sewaktu dia menjuarai kejuaraan 18 tahun lalu, dia dianggap sebagai maha pahlawan indonesia dan dianugrahi banyak gelar dan taentunya juga materi yang berlimpah, kedua. dia pernah menerima penghargaan dari badan bulutangkis dunia disamping dia juga menerima uang pembinaan ynag jumlahnya tak sedikit, ketiga.saat ini kadang susi masih aktif di dalam dunia perbulutangkisan (baik sebagai manager timnas maupun pelatih junior yang otomatis tetap mendatangkan uang yang banyak). Dan diperkirakan total uang yang dia peroleh dari bulutangkis bisa mencapai miliaran rupiah
estimasi gaji per bulan : 40 juta

9.Suryo Agung Wibowo, atlet lari
Sebagai atlet lari indonesia yang sudah menjuarai beberapa Sea Games dan bahkan dinobatkan sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara, membuat nama Suryo Agung Wibowo melejit, dan penghasilanya pun naik bak roket. Bayangkan saja, saat di sea games Nachon Ratchasima Thailand, dirinya mengantongi beberapa emas dan perak, padahal nilai bonus yang diberikan pemerintah saat itu adalah emas 150 juta dan perak 75 juta. Hal ini masih ditambah bonus rumah dan jaminan hidup keluarganya dari pemerintah bisa dibayangkan berapa penghasilanya jika ada ajang sea games
estimasi gaji per bulan : 50 juta

8.Agus Indra, sepak bola
Sebagai salah satupemain langganan timnas,agus indra tentunya bukan sembarangan pemain. Dan maka tak heran banyak klub mengincarnya,sehingga si klub berani memasang harga dan gaji tinggi untuk agus. Bayangkan di persija saja gaji bulananya pernah tembus 60 juta, itu masih belum ditambah bonus dari klub dan bonus dari timnas jika mencapai hasil yang bagus (apalagi karirnya masih berjalan)
estimasi gaji per bulan : 60 juta

7.Hamka Hamzah, sepak bola
Sebagai salah satu bek tertangguh di indonesia, Hamka kerap mendapatkan apresiasi tinggi dan tentunya juga gaji yang tinggi pula, Pernah ada sumber yang mengatakan gaji Hamka bisa tenbus 66 juta per bulan saat di Persija (dan ingat,itu belum ditambah dengan nilai bonus dari Timnas lho)
estimasi gaji per bulan : 65 juta

6.Syamsul Bachriy, sepak bola
Ikon sepak bola makasar dan ikon sepak bola nasional ini tercatat sebagai salah satu pemain dengan nilai kontrak tinggi,(hanya terpaut beberapa juta dari nilai kontrak Budi Sudarsono) Loyalitasnya di PSM jugalah yang mungkin membuat managemen memberikan apresiasi tinggi dengan menambah gajinya sampai 45% (hal ini terjadi saat bahriy menolak tawaran Telekom Malaya)
estimasi gaji per bulan : 74 juta

5.Budi Sudarsono, sepak bola
Dalam kalangan kompetisi liga Djarum Indonesia, Budi Sudarsono terkenal sebagai salah satu pemain lokal dengan nilai kontrak yang tinggi. Banderolnya pernah sampai tembus 900 juta, dan jika kita estimasikan dengan nilai kontrak, maka perkiraan gaji perbulanya sekitar 60 juta per bulan, Tapi itu di indonesia. Saat bermain di Malaysia ( Polis Diraja )pun tentunya gajinya lebih tinggi. itupun masih ditambah b onus timnas yang nilainya bisa mencapai puluhan juta
estimasi gaji per bulan : 75 juta

4.Taufik Hidayat, bulu tangkis
Mungkin Taufiklah satu-satunya pemain yang paling sukses di kancah perbulutangkisan indonesia di masa sekarang,Ia bahkan menjadi ikon bulutangkis di Indonesia. Gajinya di Timnas tentunya sangat tinggi,apalagi jika ia berhasil mempersembahkan emas untuk indonesia di ajang Olimpiade ataupun asian games.contohnya dulu ketika Asian games di Qatar 2006 dimana ia berhasil menggondol emas untuk indonesia, maka tak pelak honor dan bonus tinggi pun menanti, padahal kalau tidak salah bonus emas asian games 2006 lalu adalah sekitar 400 juta,,,weleh.,,weleh,,weleh
estimasi gaji per bulan : 75 juta

3.Ismed Sofyan, sepak bola

salah satu veteran persija dan Timnas yang dikenal memiliki tendangan geledek ini diketahui mempunyai gaji yang besar, hal itu untuk membayar betapa loyalnya ismed pada persija serta kinerjanya yang memuaskan selama bermain untuk Persija, Nilai kontraknya bahkan bisa mencapai 900 juta , maka jika diestimasikan dengan nilai kontrak, maka gajinya per bulan adalah setara 75 juta (belum termasuk bonus dari Timnas)
estimasi gaji per bulan : 75 juta

2.Chris John, Tinju
Juara dunia tinju kelas Bulu versi WBA ini memang belum terlalu sering bertanding di Amerika, surganya para petinju dunia. Tapi walaupun begitu, statusnya sebagai seorang juara dunia tak boleh diremehkan.Bahkan hingga saat ini belum ada petinju lain yang merebut gelar juara dunia dari tanganya. Hal ini pula yang membuat nilai jual pertarunganya menjadi tinggi.Perlu diketahui, jika seorang promotor ingin mempromotori pertandingan chris john, maka ia wajib mengeluarkan uang minimal 1 miliar,wahhhhhh keren
estimasi gaji per bulan : 77 juta

1.Bambang Pamungkas, sepak bola
Tak dapat dipungkiri lagi bahwa ikon atlet indonesia adalah bambang pamungkas, Kapasitasnya menjadi pencetak goal terbanyak di Timnas dan kemampuanya membobol gawang lawan yang tinggi membuat ia dihargai tinggi. baik di indonesia, maupun saat bermain di Malaysia (Selangor FC). Bahkan saat di selangor, gaji bambang adalah yang tertinggi, hal ini karna bambang menjadi top skorer selangor FC. Di Persija pun tak jauh berbeda , ia mendapatkan gaji tertinggi di antara gaji pemain lainya. dan perlu diingat bahwa ia adalah pemain lokal dengan harga kontrak termahal indonesia sampai saat ini (1,5 miliar)
estimasi gaji per bulan : 100 juta

Boaz Solossa Pemain Terbaik ISL Februari 2013 Versi Pembaca


Boaz menempati posisi teratas mengungguli Beto dan Zulham Zamrun yang menguntit di belakangnya.
Striker Persipura Jayapura Boaz Solossa terpilih sebagai pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) Februari 2013 versi pembaca GOAL.com Indonesia.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan sejak 6 hingga 9 Maret, Boaz menempati posisi teratas dengan mengumpulkan 24,05 persen suara dari pembaca yang mengikuti polling ini.

Absen panjang akibat cedera tidak menurunkan kualitas Boaz sebagai salah satu striker terbaik di negeri ini. Sepanjang Februari, Boaz telah mencetak empat gol, serta satu assists untuk membawa Persipura menguntit Mitra Kukar di bulan lalu.

Posisi kedua ditempati striker Arema Alberto 'Beto' Goncalves yang dipilih 19,65 persen peserta. Beto mencetak enam gol sepanjang Februari, masing-masing hat-trick ke gawang Pelita Bandung Raya, dua gol ke Sriwijaya FC, dan satu kali di gawang Persija Jakarta.

Zulham Zamrun yang terpilih sebagai terbaik Januari 2013, dan masuk ke dalam susunan pemain terbaik Asia Februari versi GOAL.com menempati peringkat ketiga dengan jumlah pemilih 16,03 persen.

Sedangkan peringkat empat dan lima ditempati duo Mitra Kukar, Ahmad Bustomi dan Paolo Frangipane. Bustomi mendapatkan 11,61 persen suara, dan Frangipane 8,94 persen.

Gresik United Diisukan Bidik Peter Butler



Peter Butler sudah tidak asing lagi dengan Aldo Barreto, Siswanto, dan Matsunaga Shohei.
Manajemen Gresik United sampai sekarang memang belum memastikan sosok pengganti Suharno, yang didepak dari jabatan pelatih kepala. Terkait hal itu, beberapa nama pelatih baik lokal maupun asing diisukan bakal merapat. Dan salah satu nama yang kini santer diisukan bakal merapat ke Gresik adalah, Peter James Butler.


"Dalam waktu dekat, pelatih asing akan segera datang. Kendati masih dalam tahap wacana, namun kami tertarik dengan Peter Butler, karena reputasi pelatih ini sangat mumpuni saat memegang tim Persiba Balikpapan," ungkap manajer Gresik United Thoriq Majjidanor kepadaGOAL.com Indonesia.


Jiddan-sapaan akrab dari Thoriq Majjidanor, alasan pihaknya mengincar Peter Butler lebih dikarenakan beberapa pemain intinya seperti Aldo Barreto, Siswanto, dan Matsunaga Shohei, sudah tidak asing lagi dengan pelatih berkebangsaan Inggris tersebut.


“Intinya, manajemen menginginkan sosok pelatih yang berkarakter di tim saat ini. Dan itu kami rasa ada pada sosok Peter Butler,” sambungnya.


Menurut Jiddan, pada intinya saat ini manajemen tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut telah membuka penawaran harga, kepada calon pelatih yang bakal melatih timnya. Kini pihaknya tinggal menunggu keputusan dari sang pelatih.


"Penawaran harga sudah kami sampaikan. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, pelatih yang diincar segera menyepakati soal harga," jelasnya.


Saat didesak tentang alasan manajemen Gresik United yang condong memilih sosok pelatih asing dibanding lokal, Jiddan menjelaskan, bila hal itu sudah dimusyawarahkan oleh seluruh anggota manajemen. Sebab, pelatih asing dianggap memiliki karakter tersendiri dalam melatih tim, dan utamanya lebih disiplin.


"Bukannya kami alergi kepada pelatih lokal. Tapi ini lebih karena kebutuhan, mengingat track record tim kami cenderung stagnan di putaran pertama," tandasnya.


Terkait rumor bakal merapatnya Peter Butler ke Gresik United, direspon positif oleh beberapa pemain. Siswanto misalnya, mengaku senang jika nantinya Peter Butler jadi allenatore Gresik United yang baru.


“Peter sosok pelatih bagus, dia memiliki visi dan misi bagus dalam menangani sebuah tim. Tak hanya itu, dia juga memiliki banyak porsi latihan dan kreatif, inilah yang membuat pemain tidak jenuh,” ucap Siswanto.


Sebelum nama Peter Butler mengemuka, Gresik United lebih dulu diisukan berminat mendatangkan mantan arsitek Arema IPL Dejan Antonic. Tak hanya sosok asing, dua pelatih lokal seperti Nil Maizar dan Widodo Cahyono Putro, juga sempat dihubung-hubungkan dengan tim kebanggaan Ultrasmania tersebut.


Namun kenyataannya, sampai sekarang atau sampai dikalahkan oleh Arema 1-2 di laga terakhirnya dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Gresik United masih ditangani oleh dua asisten pelatih Khusaeri dan Suwandi HS. (gk-43)

PSSI Sebar Undangan Peserta Kongres Senin Mendatang


Jakarta - Persiapan Kongres Luar Biasa 17 Maret terus digeber. Setelah rampung menuntaskan proses verifikasi, PSSI akan menyebarkan undangan kepada peserta pada hari Senin (11/3/2013).

"Senin kami sudah harus menyebar undangan. Mekanismenya melalui telepon dan fax. Juga komunikasikan kepada FIFA bahwa proses verifikasi sudah selesai," ujar Sekjen PSSI Hadiyandra saat dihubungi wartawan, Sabtu (9/3/2013).

Sebelumnya, tim verifikasi telah menetapkan 100 peserta kongres yang bakal hadir, dengan rincian 33 perwakilan pengurus provinsi, 15 klub Liga Super Indonesia, 16 klub Divisi Utama, 14 klub Divisi Satu, 12 klub Divisi Dua, dan sepuluh klub Divisi Tiga.

"Sekarang tinggal penyebaran undangan saja. Semoga berjalan lancar. Tinggal penyelenggaraan pas hari H-nya."

Berikut daftar peserta Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret:

Pengurus Provinsi
1. Aceh: Zainuddin Hamid
2. Sumatera Utara: Kamaludin Harahap
3. Sumatera Barat: Armyn AN
4. Riau: Chaidir
5. Kepulauan Riau: Endy Maulidi
6. Jambi: Hadiyandra
7. Sumatera Selatan: Bariyadi
8. Bangka Belitung: Hidayat Arsani
9. Bengkulu: Kurnia Utama
10. Lampung: Hartarto Lodaya
11. Banten: Satim Sofyan
12. DKI Jakarta: Hardi
13. Jawa Barat: Tonny Apriliani
14. Jawa Tengah: Sukawi Soetarip
15. Yogyakarta: Hadiyandto Ismangoen
16. Jawa Timur: La Nyalla Mattalitti
17. Bali: I Gusti Gede Putra Wirasana
18. Nusa Tenggara Barat: Samsul Luthfi
19. Nusa Tenggara Timur: Lambertus Ara Tukan
20. Kalimantan Barat: Zulfadhli
21. Kalimantan Tengah: Suraria Nahan
22. Kalimantan Selatan: Hasnuryadi Sulaiman
23. Kalimantan Timur: Achmad Amins
24. Gorontalo: Gusnar Ismail
25. Sulawesi Utara: Fabian Sarundajang
26. Sulawesi Tengah: Kasmudin
27. Sulawesi Barat: Ibrahim Masdar
28. Sulawesi Tenggara: Sabaruddin Labamba
29. Sulawesi Selatan: Kadir Halid
30. Maluku Utara: Iqbal Ruray
31. Maluku: Dirk Soplanit
32. Papua Barat: Ishak Hallatu
33. Papua: Yarona

Liga Super Indonesia
1. Sriwijaya FC: Dodi Reza Alex Noerdin
2. Pelita Jaya FC: Ali Fachri
3. Persib: Glen Sugita
4. Persiba Balikpapan: Syahril Taher
5. Persisam Samarinda: Harbiansyah Hanafiah
6. Persiwa Wamena: John Banua
7. PSPS Pekanbaru: Arsadianto Rachman
8. Persija Jakarta: Ferry Paulus
9. Persela Lamongan: Debby Kurniawan
10. Deltras Sidoarjo: Mafirion
11. Persipura Jayapura: Benhur TOmi Mano
12. Semen Padang: Erizal Anwar
13. PSM Makassar: Ahmad Sirajuddin
14. Persijap Jepara: Ahmad Marzuqi
15. Bontang FC: Arief Budi Santoso

Divisi Utama
1. PSAP Sigli: Yasin
2. Persidafon Dafonsoro: Habel Suwae
3. PSBI Blitar: Herry Noegroho
4. Persigo Gorontalo: Adhan Dambea
5. PSIM Yogyakarta: Haryadi Suyuti
6. PSMS Medan: LPI dan LSI (masing-masing suara bernilai setengah)
7. Persih Tembilahan: Rasyid
8. Persita tangerang: Rully Zulfikar
9. Mitra Kukar: Endri Erawan
10. Persiram Raja Ampat: Selviana Wanma
11. Perseman manokwari: Dominggus Mandacan
12. Gresik United: Saiful Arif
13. Barito Putra: Zainal hadi
14. Persiba Bantul: Idham Samawi
15. Persiraja banda Aceh: Mawardi Nurdin
16. Persipasi Bekasi: Aan SUhanda

Divisi Satu
1. Persbul Buol: Abdullah Batalipu
2. PSBS Biak: Yusuf Maryem
3. PSBL Langsa: Zulkifli Zainon
4. Persepam Pamekasan: Kholilurrahman
5. PSBK Blitar: Samanhudi Anwar
6. PSGL Gayo Lues: WAhab Makmur
7. PS Sumbawa Barat: Zulkifli Muhaldi
8. Persitema Temanggung: Bambang Sutarno
9. Persid Jember: SUnardi
10. Perssin Sinjai: Andi Rudiyanto Asapa
11. Madiun Putra: Trubus Reksodirjo
12. Persip Pekalongan: basyir Achmad
14. Persepar Palangkaraya: Tuty Dau

Divisi Dua
1. Persiks Teluk Kuantan: Firdaus Oemar
2. Pidie Jaya: Gade Salam
3. Persal Aceh Selatan: Azwar Asyek
4. Persap Purbalingga: Tasdi
5. Perseba Super: Fuad Amin
6. Persekap Kota Pasuruan: Ismail Hasan
7. Persewar Waropen: Yesaya Buinei
8. Persema Kaimana: Rowland Heinrich
9. Penajam Paser: Irfan Harahap
10. PS Bungo: Faisal Imron
11. Persenga Nganjuk: PSSI dan KPSI (masing-masing suara bernilai setangah)
12. Persisum: Ikhsan Safitri

Divisi Tiga
1. Mitra Bola Utama: Haruna Soemitro
2. Martapura FC: Mokhammad Hilman
3. Gresik Putra: Ali Affandi
4. Persibolmut: Asripan Nani
5. Villa 2000: Supardi
6. PS TGM Medan: Stevie Lim
7. ISP Purworejo: Angko Widodo
8. Perseden Denpasar: Ida Bagus Purnaya
9. Nusa INA FC: Sihar Sitorus
10. Persekat Katingan: Christantwo Ladju

Kalah, Caretaker Gresik United Mengelak

Khusaeri menyatakan, para pemain tidak bertahan secara disiplin.

Untuk kesekian kali, Gresik United harus tertunduk lemas di hadapan pendukungnya sendiri. Tim yang kali ini menambah malu Laskar Joko Samudro di depan suporternya adalah Arema. Bermain di kandang sendiri Stadion Petrokimia, Kamis (7/3), Gresik United dikalahkan Arema dengan skor tipis 2-1.
Ini adalah kekalahan ketiga beruntun di kandang sendiri, atau kali kedua sejak ditinggal pelatih kepala Suharno yang dilengserkan dari jabatannya. Terkait hal ini, Khusaeri yang didapuk menjadi caretaker menggantikan posisi Suharno, mengelak dengan hasil yang didapat anak asuhannya kali ini.

“Kondisi internal tim yang sedang memanas, memang berdampak pada performa anak-anak di lapangan. Anda sendiri dan banyak lainnya pasti juga melihatnya. Tadi, anak-anak bermain di luar apa yang saya kehendaki. Banyak strategi yang saya instruksikan, tidak dijalankan dengan sempurna di lapangan. Permainan kamipun kacau di babak kedua,” kata Khusaeri kepada GOAL.com Indonesia.

Ia juga menambahkan, pada pertandingan ini para pemain bertahannya tidak bermain disiplin. Absennya Sasa Zacevic yang terkena akumulasi kartu, membuat lini belakang Gresik United keropos. Lan Bastian yang berduet dengan Park Chul Hyung, dengan ditopang oleh Khabib Syukron serta Supandi, tak mampu meredam ketajaman para penyerang Arema.

“Harus saya akui, lini belakang kami bermain jelek pada pertandingan ini. Mereka seperti tidak siap dengan pola-pola serangan yang dikembangkan oleh Arema,” jelasnya.

Pada laga ini, Gresik United harus tertinggal lebih dulu setelah Alberto ‘Beto’ Goncalves mencetak gol pada menit ke-20. Namun, Matsunaga Shohei mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada injury time babak pertama.

Petaka buat tuan rumah, terjadi enam menit jelang berakhirnya waktu normal. Di mana Cristian Gonzales yang sebelum kompetisi dikabarkan diminati oleh Gresik United, mampu membuat tertunduk pendukung tuan rumah. Lolos dari jebakan off-side, pemain yang akrab disapa El Loco itu sukses memperdaya Hery Prasetyo pada menit ke-84.

“Ini pertandingan yang tak mudah dan berjalan relatif seimbang, sebab Gresik juga memberikan perlawanan sengit. Beruntung, para pemain kami mampu memaksimalkan peluang yang ada dengan baik,” sahut pelatih Arema Rahmad Darmawan (RD).

Kekalahan ini, melengkapi derita sebelum-sebelumnya. Pasca ditekuk Mitra Kukar 3-1 di kandang sendiri, Gresik United terus mengais hasil kurang memuaskan. Kembali bermain home tiga kali secara beruntun, tak satupun poin dihasilkan. Kalah dari Pelita Bandung Raya (PBR) 0-1, disusul kalah dari Sriwijaya FC 4-3, dan terakhir kalah dari Arema 2-1.

Walhasil dengan hasil ini, Arema kini memimpin klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan donasi 24 poin. Sementara Gresik United terpuruk di peringkat kedelapan, dengan 13 poin dari sebelas laga. (gk-43)

Luis Manuel Blanco: Saya Hanya Ambil 23 Pemain


Blanco ikut menyaksikan langsung laga antara Gresik United dan Arema.
Pelatih baru Timnas Indonesia Luis Manuel Blanco, tiba-tiba terlihat di Stadion Petrokimia menyaksikan laga antara Gresik United antara Arema, Kamis (7/3). Ia pun terlihat serius mengamati jalannya pertandingan, sampai dengan selesai.

Saat pertandingan berakhir, pria berkebangsaan Argentina itu juga tak ragu menjawab pertanyaan wartawan seputar persiapan timnas menghadapi Arab Saudi, dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C.

"Dari total pemain yang akan mengikuti seleksi nantinya, saya hanya akan mengambil 23 saja. Sebab jumlah itu, sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh FIFA," ungkap Blanco kepada para wartawan.

Ia juga mengatakan, bila dalam laga perdananya membesut Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi di Gelora Bung Karno, Sabtu (23/3) mendatang, pihaknya menargetkan bisa meraih kemenangan. Meski ia mengakui, jika Arab Saudi bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan.

"Dalam pola permainan nantinya, saya juga akan mengubah setiap pemain agar bisa bermain seperti Singa yang haus akan kemenangan. Sehingga, pemain mempunyai motivasi tinggi dalam meraih kemenangan," lanjutnya.

Untuk itu, Blanco mengaku sudah mempunyai beberapa asisten yang siap mengamati perkembangan setiap pemain pilihan, yang diusulkan untuk bisa memperkuat Timnas. Selain itu, ia juga menuturkan akan terus berkeliling Indonesia untuk menyaksikan laga yang digelar, demi memantau perkembangan pemain.

Namun saat didesak mengenai strategi apa yang bakal ia terapkan menghadapi Arab Saudi nantinya, ia memilih bungkam. Meski ia mengklaim, telah mempelajari kekuatan calon lawan melalui rekaman video.

"Saya tidak bisa memberitahu strategi apa yang akan saya gunakan untuk melawan Arab Saudi, tetapi saya sudah melihat rekaman permainan Arab Saudi," papar pelatih berusia 59 tahun tersebut.

Blanco hanya menuturkan, bila Arab Saudi merupakan tim yang solid dengan memiliki berbagai keunggulan. Skuat Singa Padang Pasir-julukan bagi Timnas Arab Saudi, dinilai Blanco memiliki kedisiplinan tinggi.

"Mereka sudah memiliki bentuk tim, karena mereka telah menyiapkan tim lebih lama. Mereka juga punya waktu lebih lama untuk berlatih. Tetapi saya akan tetap memantau perkembangan mereka, melalui video-video rekaman pertandingan yang sudah dilaksanakan," kata suksesor Nil Maizar itu.

Sementara itu, saat mengamati permainan antara Gresik United melawan Arema yang berakhir dengan skor 2-1 bagi tim tamu, Blanco mengaku cukup tertarik dengan pemain kedua tim. Ia pun mengutarakan, kemungkinan beberapa pemain dari kedua tim juga akan dipanggil untuk mengikuti seleksi nantinya.

Sebelumnya, Blanco ditunjuk oleh ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein untuk menangani timnas menggantikan Nil Maizar sejak 7 Februari 2013. Mantan pelatih timnas China U-20 itu, dikontrak selama dua tahun untuk membesut dua timnas sekaligus, yaitu timnas Senior dan timnas U-23. (gk-43)

Berikut nama-nama pemain yang diusulkan untuk memperkuat timnas:

Penjaga gawang: Kurnia Meiga, Samsidar, I Made Wirawan, Jandia Eka Putra, Endra Prasetya, Deny Marcell.

Bek: Hamka Hamzah, Riccardo Salampessy, Victor Igbonefo, M. Robby, Zulkifli Syukur, Ruben Sanadi, Supardi, Toni Sucipto, Hasim Kipuw, Novan Setyo, Syaifullah, Arif Nuansyah, Suyatno, Nopendi, Faturrahman, Syahrizal, Diego Michiels, Raphael Maitimo.

Gelandang: Ahmad Bustomi, Emmanuel Wanggai, Egi Melgiansyah, Ferdinand Sinaga, Ian Louis Kabes, Zulham Zamrun, Bayu Gatra, M. Ridwan, Firman Utina, Boaz Solossa, Eka Ramdhani, Ponaryo Astaman, Arif Suyono, Nur Iskandar, Andik Vermansyah, Faisal Amri, Dedi Hartono, Stefano Lilipaly, Toni Cussel, Okto Maniani, Anggi.

Penyerang: Greg Nwokolo, Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Tantan, Sergio van Dijk, Titus Bonai, Jajang Mulyana, Irfan Bachdim, Mario Aibekop, Husin, Musafri.

Gol Telat Cristian Gonzales Menangkan Arema Indonesia

Arema Indonesia kembali ke puncak klasemen sementara ISL usai menaklukkan tuan rumah Gresik United dengan skor 2-1.

Arema Indonesia sukses mencuri poin penuh di kandang Gresik United usai meraih kemenangan dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL). Gol tim tamu dicetak oleh Alberto Goncalves dan Cristian Gonzales sementara gol balasan tim tuan rumah dicetak oleh Matsunaga Shohei melalui titik putih di akhir babak pertama.

Kemenangan tersebut membuat Arema kembali memuncaki klasemen sementara ISL menggurus Persipura Jayapura yang selisih dua pertandingan lebih sedikit dari Singo Edan.

Babak Pertama

Gresik United langsung mendominasi di awal pertandingan, namun justru Arema yang memiliki peluang terlebih dahulu di menit kelima melalui skema tendangan penjuru. Cristian Gonzales menyambut umpan dari Egi Melgiansah dengan mengirimkan bola kepada Victor Igboneffo, namun sayang ia gagal menyambar bola tersebut,

Gresik baru memperoleh peluang matang empat menit kemudian setelah tendangan bebas Gustavo Chena menimbulkan kemelut di depan gawang Kurnia Meiga, namun tidak ada gol tercipta.

Perlahan Arema mulai keluar dari tekanan, hasilnya pada menit ke-20 Beto berhasil memecah kebuntuan setelah tandukannya yang memanfaatkan umpan dari I Gede Sukadana tidak berhasil diantisipasi oleh Hery Prasetya.

Gresik hampir menyamakan kedudukan dua menit kemudian, umpan Aldo Baretto dari sisi kiri pertahanan Arema disambut oleh Shohei, sayang tandukannya masih melayang di atas gawang.

Gresik terus menekan melalui umpan-umpan silang, sementara Arema berusaha mencuri gol kedua melalui serangan balik cepat.

Tim tuan rumah akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjelang babak pertama usai. Pelanggaran Hasyim Kipuw terhadap Siswanto membuahkan hadiah tendangan penalti. Keputusan tersebut sempat diprotes karena menilai pelanggaran terjadi sedikit di luar kotak penalti. Shohei yang menjadi eksekutor sukses mengelabui Meiga untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Babak Kedua

Arema mengawali paruh kedua dengan lebih baik, baru tiga menit berjalan Igboneffo hampir membawa timnya unggul setelah menyambar umpan tendangan penjuru, sayang bola masih berhasil ditepis Hery.

Di menit ke-54, Arema tampak dibayangi oleh kesialan setelah dua peluang beruntun yang didapat oleh Gonzales dan Beto menerpa tiang gawang Gresik United. Tiga menit kemudian, tandukan Dendy di depan gawang Gresik juga masih melayang dari mistar gawang.

Gresik mulai balas menekan ketika Arema terus mengalami kebuntuan meski mendapatkan beberapa peluang emas. Beberapa peluang didapat melalui bola-bola mati yang dieksekusi oleh Ahmad Sembiring Usman dan juga Gustavo Chena.

Namun, justru Arema yang kembali unggul dengan kedudukan 2-1 di menit ke-84. Melalui serangan balik, Beto memberi umpan terobosan kepada Gonzales, yang lolos dari jebakan offside, striker naturalisasi tersebut dengan mudah menaklukkan Hery dalam situasi satu lawan satu.

Di sisa waktu yang ada, Gresik terus memberikan tekanan bertubi-tubi kepada tim Singo Edan. Namun tim tamu berhasil mempertahankan keunggulan satu gol tersebut hingga laga usai.


Susunan Pemain


Gresik United: Hery, Supandi, Park, Habib, Bastian, Sembiring, Kacung, Chena, Siswanto, Matsunaga, Aldo


Arema Indonesia: Meiga, Kipuw, Igbonefo, Purwaka, Gathuessi, Egi, Sukadana, Dendi, Kayamba, Beto, Gonzales

Aremania Sempat Tawuran dengan Warga, Brimob Disiapkan di Tol Perak-Waru

Surabaya - Suporter Arema yang akan mendukung timnya melawan Gresik United di laga lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) sempat terlibat tawuran dengan warga di Tol Waru arah Perak siang tadi. Untuk mengantisipasi kejadian berulang lagi, pasukan Brimob telah disiagakan di sepanjang jalan tol.

Dijelaskan Muhammad Yusuf, petugas informasi dan komunikasi Jasa Marga, kejadian tawuran itu terjadi sekitar pukul 12.31 WIB, Kamis (7/3/2013) siang. Kejadian pertama terjadi di KM 19 tol Waru-Perak.

"Saat itu tiba-tiba rombongan bus yang tidak terorganisir dilempari batu oleh warga yang ada di luar jalan tol. Aksi ini mendapat perlawanan dari suporter Arema yang kemudian berhenti dan melakukan pembalasan," jelasnya.

Yusuf menambahkan, aksi saling lempar batu ini berakhir setelah sebuah sepeda motor milik warga dibakar oleh suporter Arema. "Aksi berakhir setelah petugas PJR dan kepolisian wilayah berusaha menghalau meski sebuah sepeda motor milik warga yang sedang melintas saat kejadian dicegat lalu dibakar," imbuhnya.

Aksi tawuran, lanjut Yusuf, kembali terjadi di KM 7 dan KM 6. Ratusan suporter Arema kembali mendapat pelemparan batu dari luar tol yang dilakukan sekelompok pemuda.

"Beruntung tawuran yang kedua ini tidak berlangsung lama, karena rombongan suporter sudah dikawal oleh petugas kami dan PJR," tandasnya.

Untuk mengantisipasi agar kejadian tidak berulang usai pertandingan Gresik United kontra Arema nanti, pengelola Jalan Tol Perak-Porong akan menyiagakan pasukan Brimob di sepanjang tol.

"Kita sudah meminta pengamanan dari Brimob Detasemen A yang ada di Medaeng untuk melakukan pengamanan di jalan tol nanti saat pertandingan di Gresik selesai. Tujuannya agar tidak ada aksi tawuran yang membuat takut pengguna jalan tol lainnya," jelas Muhammad Yusuf kepadadetiksurabaya.com.

Petugas Informasi dan Komunikasi Jasa Marga itu menambahkan, upaya antisipasi juga dilakukan oleh pihak kepolisian wilayah masing-masing yang menyiagakan anggotanya di luar jalan tol.

Rahmad Darmawan: Kami Akan Memainkan Sepakbola Menyerang

Kubu Arema menganggap pertarungan ini adalah gengsi Jawa Timur.
Gresik United tidak punya kepala, dan situasi internal mereka juga sedang kisruh menyusul keributan antarpemain. Namun, rupanya itu tidak membuat Rahmad Darmawan lengah dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League, Kamis (7/3).

Meski kalah tiga kali di kandang sendiri, Gresik United tetap dipandang sebagai tim kuat. Dalam pikiran RD, aroma gengsi tetap menjadi rujukan teratas untuk melihat kondisi terkini. Karena itu, apapun kondisinya, kalau sudah gengsi, permainan akan berbeda di lapangan karena timbul motivasi untuk tidak mau kalah.

Sebagai bukti, dalam laga pramusim, kedua tim bermain kandang tandang, meski Arema menang dengan skor 3-1, 28 Oktober 2012 di Kanjuruhan. Seminggu kemudian gantian Arema dipecundangi dengan skor 2-0 dengan skuat yang hampir sama, 4 November 2012, di Tridharma.

Arema Indonesia sendiri melawat ke Gresik tanpa diperkuat sejumlah pilarnya karena berbagai sebab, mereka adalah Muhammad Ridhuan, Greg Nwokolo, Dendi Santoso, dan Hendro Siswanto. Tetapi, RD sejak latihan di Malang sudah melakukan simulasi terkait pemain yang akan diturunkan.

"Kita akan tetap memainkan sepakbola menyerang tanpa mengurangi kualitas permainan. Ya, karena kita punya pemain pengganti yang kualitasnya sepadan," urai Rahmad Darmawan kepada GOAL.com Indonesia.

Untuk Hendro, RD dalam simulasinya mencoba alternatif I Gede Sukadana, Joko Sasongko hingga Dedi Kusnandar. Kembalinya Egi Melgiansyah usai akumulasi melawan Pelita Bandung Raya, (28/2) menjadi pilihan di tengah semakin enak. Sedangkan absennya Ridhuan dan Sunarto di sisi kanan sudah digantikan oleh Dendi Santoso yang belakangan selalu memuaskan jika dimainkan.

"Meski mereka [Gresik United] tanpa pelatih kepala, saya tidak melihat ada penurunan kekuatan. Justru kita harus waspada karena para pemain Gresik United pasti punya motivasi bangkit," urai RD.

"Intinya kita tidak boleh lengah, pemain harus tetap berkonsentrasi selama 90 menit." tutup RD. (gk-48)

PREVIEW Gresik United - Arema Indonesia: Tak Mau Ambil Keuntungan Lengsernya Suharno




Coach RD menyatakan, Gresik United masih menjadi salah satu tim kuat di ajang Indonesia Super League musim ini.
Arema bakal melawat ke Stadion Petrokimia, Kamis (7/3) sore ini. Meski calon lawan kini sedang timpang, karena belum kunjung menemukan permainan terbaik dan masih tanpa didampingi pelatih kepala, namun kubu Arema mengaku tak akan mengambil keuntungan tersebut.

Menurut pelatih Arema Rahmad Darmawan (RD), Gresik United masihlah salah satu tim kuat di ajang Indonesia Super League (ISL) musim ini. Karena itu, mereka tak akan menganggap remeh calon lawan, yang bisa berakibat fatal.

"Sebab, meski tanpa pelatih, Gresik tetaplah tim bagus, dengan diperkuat sejumlah pemain berkualitas. Saya tidak terpengaruh oleh kondisi itu [lengsernya Suharno dari posisi pelatih kepala]. Saya melihat, Gresik sebagai keutuhan tim," ungkap RD saat memimpin skuat arahannya mencoba Stadion Petrokimia, Rabu (6/3) pagi WIB.

Mantan arsitek Sriwijaya FC ini juga menjelaskan, timnya mewaspadai momentum kebangkitan Gresik United dari tren negatif pada beberapa laga terakhirnya. RD menambahkan, pihaknya akan mengutamakan koordinasi agar jangan sampai lengah dan juga bisa mengantisipasi serangan balik dari lawan.

"Semua tim ada kalanya tampil buruk, namun pasti ada fase kebangkitan. Bisa saja nanti Gresik bangkit saat melawan kami, oleh karena itu kami tidak boleh lengah. Saat asyik menyerang, para pemain juga harus fokus di pertahanan. Di laga ini, kami targetkan poin sempurna," jelasnya.

Pada laga nanti, RD memberikan bocoran, yakni tidak bisa memainkan empat pilarnya. Mereka adalah Hendro Siswanto yang terkena akumulasi kartu, Greg Nwokolo dan Sunarto mengalami cedera, serta M Ridhuan yang masih mengurus visa di Singapura. Meski demikian, RD mengaku sudah menyiapkan pengganti, walau ia enggan membeberkannya secara rinci.

"Pemain absen adalah situasi yang bisa menerpa tim manapun, termasuk kami, dan kami sudah siap menghadapinya. Pemain pengganti sudah kami dapatkan, namun siapa yang siap main, dialah yang akan kami turunkan sebagai starter. Intinya, siapa pun yang main, kerja tim adalah hal yang utama," paparnya.

Arema sendiri memboyong 20 pemain terbaiknya ke Gresik. Mereka adalah, Kurnia Mega dan M Natshir (pg); Thierry Gathuessi, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi, Munhar, Victor Igbonefo, Alfarizi, Hasyim Kipuw; Dendi Santoso, Dedi Kusnandar, Egi Melgiansyah, Joko Sasongko, Gede Sukadana, Irsyad Maulana, Engelberd Sani, Qiskil Gandrum; Alberto Goncalves, Christian Gonzales, dan Keith Kayamba Gumbs.

RD juga terlihat coba mematangkan dua pola permainan berbeda, yakni menggunakan formasi 5-4-1 dan formasi 4-4-2. Dua skema pertandingan ini, dilakukan RD dengan banyak melakukan perubahan pemain.

Saat disinggung mengenai siapa saja pemain Gresik yang dianggap berbahaya dan wajib diwaspadai, RD lantas buka suara. Menurutnya, nama-nama seperti Aldo Barreto, Gustavo Chena, Shohei Matsunaga, Siswanto, dan Risky Novriansyah, bisa menjadi momok bagi tim berjuluk Singo Edan tersebut.

"Pemain-pemain itulah yang sering menghantui pertahanan lawan, termasuk Arema. Lima pemain yang saya sebutkan itu, patut mendapatkan pengawalan ketat," pungkasnya. (gk-43)



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkansemua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Arema Waspadai 5 Pemain Persegres



Menghadapi Persegres Gresik United di markasnya, Stadion Petrokimia Gresik, Kamis (7/3/2013) mendatang, Arema Indonesia mengemban ambisi merebut poin sempurna.

Demi ambisi ini, pelatih Rahmad Darmawan mengimbau kepada skuadnya untuk bisa mewaspadai semua pemain Persegres.

Dikatakan pria yang akrab disapa RD ini, lini per lini Persegres dihuni pemain-pemain yang patut dicurigai pergerakannya.

Inilah yang harus diwaspadai Singo Edan di sepanjang pertandingan.

"Semua pemain Persegres berbahaya jika menguasai bola. Dan Arema tidak boleh lengah," tegas RD, Rabu (6/3/2013).

Disinggung siapa-siapa saja pemain Persegres yang paling berbahaya, akhirnya RD buka suara. Menurutnya, nama-nama seperti Aldo Barreto, Gustavo Chena, Shohei Matsunaga, Siswanto, dan Risky Novriansyah yang menjadi momok bagi Singo Edan.

"Pemain-pemain itulah yang sering menghantui pertahanan lawan, termasuk Arema. Lima pemain yang saya sebutkan tadi patut mendapatkan pengawalan ketat," kata RD.

Gustavo Chena Dan Matsunaga Baku Hantam, Persegres Makin Krisis Hadapi Arema


Insiden memalukan menimpa Persegres Gresik United jelang pertandingan melawan Arema Indonesia, di Stadion Petrokimia Gresik, Kamis (7/3/2013) mendatang.

Dua pemain asing Persegres terlibat baku hantam di lapangan.

Perkelahian antara Gustavo Chena (Argentina) dan Shohei Matsunaga (Jepang) ini terjadi di sesi latihan Persegres di Stadion Petrokimia, Rabu (6/3/2013) pagi.

Akibat perkelahian ini, Matsunaga dan Chena mengalami luka ringan di bagian wajahnya.

Diduga perkelahian ini dipicu karena persoalan pribadi.

"Namun saya tidak tahu persis penyebabnya. Yang jelas itu urusan pribadi mereka," ucap Khusaeri, asisten pelatih Persegres, Rabu (6/3/2013).

Diterangkan Khusaeri, awalnya ia mengira perkelahian ini hanya guyonan kedua pemain. Namun, lama-lama terlihat serius karena suara pukulan dalam perkelahian ini terdengar keras.

"Saya juga kaget. Karena awalnya saya mengira ini hanya guyonan," katanya.

"Yang jelas akibat perkelahian ini jangan sampai berpengaruh pada keutuhan tim saat melawan Arema nanti. Kini setelah saya damaikan, mereka sudah saling memaafkan dan berpelukan. Semoga tidak merembet," imbuh Khusaeri yang ditunjuk memimpin tim setelah pelatih Suharno dipecat manajemen Persegres.

Manajemen Gresik United Didemo Ultrasmania


Laga lawan Sriwijaya FC menjadi bukti, jika performa buruk ini tidak dikarenakan sosok pelatih kepala, namun lebih dikarenakan oleh buruknya pengelola manajemen.
Pasca kekalahan dari Sriwijaya FC dengan skor 4-3, manajemen Gresik United langsung didemo oleh para suporternya. Mereka yang tergabung dalam Ultrasmania, meminta pertanggung jawaban CEO PT Persegres Jaka Samudra selaku pengelola Gresik United, Soesanto Tjahjo Kristiono.


Begitu pertandingan usai, ratusan Ultrasmania langsung menuju pintu keluar stadion bagi pemain dan official di Stadion Petrokimia, Jumat (1/3). Mereka meneriakkan yel-yel, untuk menurunkan CEO PT Persegres dari jabatannya. Di antara mereka, ada juga yang membawa spanduk bertuliskan “Turunkan CEO Persegres, Bang Anton” dan “Ada Apa dengan manajemen”.


Nama Bang Anton yang dimaksud, tidak lain adalah Soesanto Tjahjo Kristiono. Mereka menilai, setiap penentuan kebijakan menyangkut kepentingan tim yang dilakukan, tanpa melibatkan dan sepengetahuan Ultrasmania.


“Sebagai suporter, kami merasa tidak pernah dilibatkan dalam rembug apapun. Seperti halnya soal pemecatan Suharno sebagai pelatih kemarin, kami malah tahunya dari media. Dan lebih parahnya lagi, penentuan kebijakan itu dilakukan dengan cara polling kepada para pemain,” ujar Ketua Umum Ultrasmania Ludiono, kepada para wartawan.


Mereka seakan tidak puas dengan rentetan hasil buruk Gresik United, yang dicapai pada beberapa pertandingan akhir. Ia pun menjelaskan, bila laga lawan Sriwijaya FC menjadi bukti, jika performa buruk ini tidak dikarenakan sosok pelatih kepala, namun lebih dikarenakan oleh buruknya pengelola manajemen.


“Ini kan aneh (soal polling kepada Suharno, red)? Sebab ada 20-an lebih pemain saat ini, dan yang mengisi starter itu kan cuma 11 orang, pasti banyak yang setuju dengan pemecatan itu. Dan itu sudah pasti,” jelasnya.


Pemecatan kepada Suharno, dinilai oleh Ultrasmania terlalu prematur. Sebab banyak indikasi lain, yang harusnya menjadi barometer performa skuat Gresik United di lapangan. Dan salah satu yang mereka utarakan, lebih dikarenakan kurang komunikatifnya pihak manajemen dengan pelatih dan para pemain.


“Gimana komunikasi mau lancar, wong dia-nya saja nggak pernah ikut mendampingi tim saat latihan. Kalau sudah begitu, gimana mau tahu perkembangan para pemain dan kondisi tim terkini. Jadi, kenapa harus Suharno yang dikorbankan?” beber Ludiono.


Ultrasmania berharap, ke depan mereka lebih dilibatkan dalam setiap penentuan kebijakan tim, termasuk mengenai penentuan pelatih kepala Gresik United yang baru. Mereka juga berharap, ada komunikasi yang baik antara suporter dan pihak manajemen.


“Ada baiknya, kami juga lebih sering diajak ngumpul dan ngobrol bareng. Sebab bagaimanapun, tanpa suporter tim juga tidak akan jalan. Kami hanya berkeinginan, yang terbaik bagi tim,” tuturnya.


Anton sendiri sudah meninggalkan stadion, sejak laga Gresik United kontra Sriwijaya FC memasuki babak kedua. Sehingga Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang menyaksikan pertandingan, didapuk menemui para suporter.


“Saya hanya sebatas menjembatani aspirasi mereka saja, sebab saya sekarang tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum. Sebagai Presiden Kehormatan klub juga bukan, karena saya tidak pernah terima SK-nya (Surat Keputusan). Jadi untuk konfirmasi lebih lanjut, silahkan langsung berhubungan dengan tim manajemen saja,” elak Sambari.


Sejak dikalahkan Mitra Kukar 3-1, performa Gresik United memang tidak stabil. Mereka memang berhasil menahan imbang Persija Jakarta 2-2 di Stadion Manahan Solo, tapi selanjutnya mereka dibabat PSPS Pekanbaru 0-2, dikalahkan Pelita Bandung Raya 0-1. Dan terbaru, mereka takluk atas Sriwijaya FC. (gk-43)

Tahu Kekuatan Lawan Jadi Kunci Kemenangan Sriwijaya

Kas Hartadi menginstruksikan kepada timnya untuk mengunci pergerakan tiga pemain utama Gresik United.

Untuk kesekian kali, Gresik United harus tertunduk di hadapan para pendukungnya sendiri. Menjamu Sriwijaya FC di Stadion Petrokimia, tim dengan julukan Laskar Joko Samudro tersebut kalah tipis 4-3, Jumat (1/3).

Terkait dengan kemenangan timnya kali ini, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengakui, jika mereka sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Gresik United, sejak sebelum pertandingan dilangsungkan.

“Saya sudah tahu permainan tim Gresik, karena itulah kami mampu memenangi pertandingan kali ini. Sebelum pertandingan saya juga sudah yakin, anak-anak akan bisa memenangi laga, atau minimal mencuri poin dari Gresik,” ungkap Kas Hartadi kepada GOAL.com Indonesiausai pertandingan.

Saat disinggung mengenai kunci sukses menghadapi Gresik United, Kas Hartadi menjelaskan, bila kekuatan tim kebanggaan Ultrasmania itu terletak pada trio asingnya. Mereka adalah Aldo Barreto, Matsunaga Shohei, dan Gustavo Chena.

“Karena itu, saya instruksikan kepada anak-anak untuk mengunci pergerakan mereka bertiga. Intinya, ketiga pemain itu tidak boleh dibiarkan bebas membawa bola, siapa yang terdekat wajib mempressing ketat, bila posisi kami sedang kehilangan bola,” jelasnya.

Mantan pelatih Sriwijaya FC U-21 itu juga bersyukur, bila timnya mampu memenangi laga dengan kondisi para pemain yang dinilai kurang menguntungkan. Sebab ia mengatakan, banyak pemainnya yang baru sembuh dari cedera.

“Semisal, Ramdani [Lestaluhu] dan Taufiq [Kasrun], yang baru saja sembuh dari cedera hamstring. Selain itu, saya juga tak bisa memainkan Diogo Santos Rangel akibat cedera, dan Achmad Jufriyanto lantaran akumulasi kartu,” sambungnya.

Kas Hartadi juga bersyukur, timnya mampu mengemas tiga poin di akhir lawatannya di Jawa Timur (Jatim) Jilid I, usai dikalahkan oleh Arema di Stadion Kanjuruhan Malang pada laga sebelumnya. Dengan raihan tiga poin dari dua kali away, membuat skuatnya tetap bisa pulang ke Palembang dengan kepala tegak.

“Memang kami butuh poin, usai dikalahkan Arema di Malang sebelumnya. Dan tak ada kata lain, anak-anak memang harus memenangi laga, agar kami mendapat hadiah spesial sebelum pulang,” papar Kas Hartadi.

Namun bukannya tanpa celah, Kas Hartadi juga menilai timnya masih memiliki kekurangan pada laga ini. Hal itu dikarenakan, skuatnya masih nervous di menit-menit akhir, sehingga Gresik United mampu memperkecil kedudukan.

“Menit-menit akhir, anak-anak memang sedikit panik. Mereka khawatir, skuat Gresik bakal menyamakan kedudukan, sehingga pemain grogi. Itu yang membuat pemain Gresik mampu mencetak dua gol tambahan. Ke depan, problem mental seperti ini terus akan saya evaluasi dan perbaiki,” pungkasnya.

Pada laga itu, tiga dari empat gol yang diciptakan oleh tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut diborong sang striker, Tantan. Masing-masing pada menit ke-32, menit ke-54, dan menit ke-66. Sementara satu gol lainnya, disumbang oleh Hilton Moreira dari titik putih pada menit ke-79. (gk-43)

Tantan Hat-Trick, Sriwijaya FC Tekuk Gresik United

Tantan - Sriwijaya FC
Gresik untuk memperpanjang catatan tak pernah menang di lima pertandingan secara berturut-turut.Striker Sriwijaya FC Tantan tampil cemerlang mencetak hat-trick untuk membantu Laskar Wor Kito meraih kemenangan 4-3 atas tuan rumah Gresik United di Stadion Petrokimia dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/13, Jumat (1/3).

Tambahan tiga angka mengangkat posisi Sriwijaya FC satu tangga ke peringkat enam klasemen usai mengumpulkan nilai 14 dari sembilan laga yang sudah dilalui. Kemenangan itu juga sekaligus menggeser posisi Gresik United ke peringkat tujuh dengan keunggulan satu angka.

Gresik United dan Sriwijaya FC menerapkan permainan terbuka di pertandingan ini. Laskar Joko Samudra sudah berhasil membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui sundulan Riski Novriansyah yang menyambut umpan Gustavo Chena.

Gol ini memberikan motivasi bagi pemain tuan rumah yang ingin memutus empat laga berturut-turut tanpa kemenangan. Serangan gencar dilakukan ke pertahanan Sriwijaya FC, namun menemui batu karang.

Permainan agresif ini membuat lini belakang Gresik United menjadi lengah. Akibatnya, Sriwijaya FC mampu menyamakan kedudukan ketika tandukan Tantan menerima umpan silang Eddie Foday Boakay tak bisa dihentikan kiper Hary Prasetyo.

Menjelang babak pertama berakhir, Laskar Wong Kito nyaris membalikkan keadaan. Bola yang tidak bisa dikuasai Hary jatuh ke kaki Tantan. Namun tendangan striker Sriwijaya FC ini masih bisa dihalau pemain Gresik United.

Permainan Gresik United dan Sriwijaya FC tidak mengalami perubahan di babak kedua. Namun tim tamu dapat mengendalikan permainan, dan menghadirkan sejumlah peluang, salah satunya miliki Foday Boakay di menit ke-54.

Sriwijaya FC akhirnya membalikkan keadaan untuk mengungguli tuan rumah. Bola muntah tendangan Foday Boakay disambar kepala Tantan untuk menjebol Hary, sehingga mengubah papan skor menjadi 2-1.

Tantan mencetak hat-trick di laga ini setelah memaksa Hary memungut bola dari jalanya pada menit ke-67. Tantan yang lolos dari jebakan off-side menyambut umpan Ponaryo Astaman, dan mengecoh kiper untuk mencetak gol.

Gresik United mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78 lewat tendangan David Faristian yang menyambar bola muntah tendangan Shohei Matsunaga. Namun Sriwijaya FC kembali memperbesar keunggulan selang satu menit kemudian melalui tendangan penalti Hilton Moreira. Hadiah penalti diberikan wasit menysyl pelanggaran handsball pemain Gresik United.

Tuan rumah memperkecil kekalahan menjadi 4-3 menjelang laga berakhir lewat tendangan penalti Shohei. Wasit menunjuk titik putih karena menganggap pemain Sriwijaya FC melakukan pelanggaran handsball.

Skuat Gresik United Siap Buktikan Loyalitas

Aldo Barreto menyatakan timnya sudah bertekad untuk memberikan yang terbaik pada laga kontra Sriwijaya FC.
Bakal menjamu Sriwijaya FC di Stadion Petrokimia, Jumat (1/3), tanpa didampingi pelatih kepala, tak membuat skuat Gresik United bersedih. Mereka mengaku siap membuktikan loyalitas di lapangan, meski tanpa arahan dari sosok pelatih kepala.

Hal itu diutarakan salah satu mesin gol Gresik United, Aldo Barreto. Ia mengatakan siap menunjukkan kualitas dan loyalitasnya kepada tim. Meski pada laga kontra Sriwijaya FC, mereka hanya akan didampingi oleh asisten pelatih Suwandi HS dan Khusairi, pasca didepaknya pelatih kepala Suharno.

“Kita siap main bagus pada laga nanti. Soal tanpa pelatih kepala, itu yang akan kita tunjukkan kepada manajemen. Saya harus bersikap profesional, sebab saya di sini dibayar untuk bermain dan cetak gol, itu yang akan saya buktikan pada laga nanti. Saya berharap, semua pemain juga punya loyalitas itu, jadi jangan sampai karena tanpa pelatih kepala, terus kita bermain tidak maksimal,” kata Aldo Barreto kepada GOAL.com Indonesia usai latihan.

Menurutnya, pemecatan pelatih itu sudah biasa dalam sepakbola. Jadi, jangan sampai hal-hal seperti itu menghambat penampilan di lapangan. Ia mengakui, memang akan ada sedikit perubahan dalam suasana tim saat ini, tapi secara keseluruhan semua pemain dan kondisi tim Gresik United masih dalam tahap kondusif.

“Seperti apapun kondisinya, kami sudah bertekad untuk memberikan yang terbaik pada laga nanti. Sama, semua pemain juga sudah berjanji akan tampil bagus pada laga nanti. Semoga kami mampu menang pada pertandingan nanti, dan sebisa mungkin memberikan tiga poin kepada tim,” paparnya.

Setali tiga uang, salah satu asisten pelatih Gresik United Khusairi menambahkan, bila timnya saat ini berada dalam kondisi siap tempur menghadapi Sriwijaya FC. Mereka sudah bertekad, memberikan poin maksimal kepada Gresik United di hadapan para pendukungnya sendiri pada laga nanti.

“Tidak ada masalah, semua pemain fit dan siap tempur menghadapi Sriwijaya FC. Tak ada pemain yang cedera atau akumulasi kartu. Dan, para pemain juga tak terlalu terpengaruh dengan lengsernya coach Suharno. Mental para pemain juga bagus, dan siap memberikan penampilan maksimal,” tutur Khusairi.

Meski enggan membeberkan strategi pertandingan menghadapi Sriwijaya FC secara rinci, namun Khusairi memberikan sinyal bakal melakukan rotasi pemain pada laga nanti. Ia menjelaskan, ada sedikit penggantian pemain penghuni starting line-up saat menghadapi Sriwijaya FC.

“Formasi sepertinya tetap, tak ada perubahan. Hanya saja, mungkin ada satu atau dua perubahan di posisi starting line-up. Soal pemain Sriwijaya FC yang perlu diwaspadai, itu menjadi rahasia kami. Pokoknya, semua pemain Sriwijaya FC itu berbahaya dan wajib diwaspadai,” bebernya.

Gresik United saat ini terlempar dari posisi lima besar. Mereka kini berada di peringkat keenam klasemen sementara, dengan 13 poin dari sembilan kali pertandingan. Dari laga yang sudah dilakoni, tim kebanggaan Ultrasmania tersebut meraih empat kali kemenangan, satu kali imbang, dan empat kali kalah. (gk-43)

Manajemen Sudah Kantongi Pengganti Suharno

Dejan Antonic, Nil Maizar, dan Widodo C. Putro masuk bursa pencalonan.

Langkah cepat dilakukan manajemen Gresik United, usai mendepak Suharno dari jabatan pelatih kepala. Mereka mengklaim, telah mengantongi empat nama sosok pelatih, yang bakal mengarsiteki tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut, di sisa perjalanan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013.

“Sementara ini, kami sudah mengantongi empat nama calon pelatih kepala. Dua nama merupakan sosok pelatih asing, sementara dua sisanya adalah pelatih lokal. Tapi, soal siapa detailnya, maaf belum bisa kami ungkap ke publik dengan alasan privasi yang bersangkutan,” ungkap CEO PT Persegres Jaka Samudra selaku pengelola Gresik United Soesanto Tjahjo Kristiono kepada GOAL.com Indonesia.

Beredar isu, bila satu dari dua nama pelatih asing yang masuk dalam radar incaran manajemen Gresik United adalah Dejan Antonic. Pelatih berkebangsaan Serbia, yang sempat menukangi Arema IPL musim lalu. Sementara dari ranah lokal, nama mantan pelatih timnas Indonesia Nil Maizar dan Widodo Cahyono Putro, berada di posisi terdepan.

“Siapa saja berpeluang, sebab ini masih kita godok dan kita evaluasi. Soal Dejan Antonic?Maybe yes, maybe no. Begitu juga soal Nil Maizar maupun Widodo, saya tidak mau berkomentar dulu, lihat saja nanti. Yang paling penting, kalaupun pelatih asing, harus bisa berkomunikasi dengan para pemain menggunakan bahasa Indonesia,” beber Anton, sapaan akrab dari Soesanto Tjahjo Kristiono.

Ketika disinggung mengenai target realisasi datangnya pelatih kepala baru, Anton menjelaskan, bila pihaknya mematok waktu satu minggu. Ia juga berharap, proses ini takkan molor, dan berjalan sesuai dengan harapan.

“Lawan Sriwijaya FC tidak mungkin, jadi sementara dengan asisten pelatih saja dulu. Kemungkinan ya, kalau tidak saat bertemu Arema (7/3), dan paling lambat saat kita away ke Tangerang menghadapi Persita (17/3),” jelasnya.

Terkait dengan target awal yang dibebankan oleh manajemen, Anton juga mengatakan, bila pihaknya akan menjalin komunikasi dengan pelatih baru yang terpilih. Menurutnya, target akan disesuaikan, dengan melihat kenyataan dan kondisi yang terhampar di depan mata saat ini, tentunya dengan catatan logis.

“Pasti kami akan bicara dengan pelatih baru yang terpilih, tentang bagaimana target. Kalau masih bisa direalisasikan kenapa tidak? wong kompetisi masih baru saja bergulir. Tapi tentunya kami tak akan memaksakan, kami tetap akan melihat sesuai dengan kondisi dan peluang yang ada,” tutur pria yang sebelumnya juga masuk dalam jajaran manajemen Arema IPL musim lalu tersebut.

Sebelumnya, pihak manajemen Gresik United mengambil sikap tegas kepada Suharno, dengan melengserkannya dari posisi pelatih kepala. Karena raihan 13 poin dari sembilan laga, dinilai tidak sesuai dengan harapan dan target semula.

“Prestasi klub jauh dari harapan. Pemecatan ini memang pahit, tapi tidak ada pilihan lain. Ini demi kondisi klub agar tetap kondusif. Yang jelas, hubungan kami dengan Suharno sampai saat ini masih baik-baik saja,” pungkasnya.

Kejadian pemecatan pelatih, bukan hal baru bagi tim Gresik United. Sebab musim lalu, tim kebanggaan Ultrasmania ini juga sempat mengalami bongkar-pasang juru racik beberapa kali. Musim lalu saat kompetisi sudah berjalan, Gresik United ditangani oleh tiga pelatih berbeda, mulai dari Freddy Muli, Abdurrahman Gurning, hingga Djoko Susilo. (gk-43)
 

Berita LPI


Berita Timnas


Berita ISL

BeritaSuporter
23 Mar 2013

Pelatih Arab Saudi Kagumi Fans Indonesia

Pelatih Timnas Arab Saudi, Juan Ramon Lopez Caro, menyatakan kekagumannya pada suporter Timnas Indonesia yang begitu fanatik saat mendukung tim kesayangannya mereka...
More news
TipsPemainBola
17 Mar 2013

Cara Menjadi Pesepak Bola Handal

Untuk menjadi pemain handal kita harus tahu langkah-langkah. seperti berikut: Sedikit info Rajin Berlatih Sepak bola, dikarenakan latihan merupakan penilaian dari seorang pelatih ...
More news

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Bola Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger