
Langkah cepat dilakukan manajemen Gresik United, usai mendepak Suharno dari jabatan pelatih kepala. Mereka mengklaim, telah mengantongi empat nama sosok pelatih, yang bakal mengarsiteki tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut, di sisa perjalanan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013.
“Sementara ini, kami sudah mengantongi empat nama calon pelatih kepala. Dua nama merupakan sosok pelatih asing, sementara dua sisanya adalah pelatih lokal. Tapi, soal siapa detailnya, maaf belum bisa kami ungkap ke publik dengan alasan privasi yang bersangkutan,” ungkap CEO PT Persegres Jaka Samudra selaku pengelola Gresik United Soesanto Tjahjo Kristiono kepada GOAL.com Indonesia.
Beredar isu, bila satu dari dua nama pelatih asing yang masuk dalam radar incaran manajemen Gresik United adalah Dejan Antonic. Pelatih berkebangsaan Serbia, yang sempat menukangi Arema IPL musim lalu. Sementara dari ranah lokal, nama mantan pelatih timnas Indonesia Nil Maizar dan Widodo Cahyono Putro, berada di posisi terdepan.
“Siapa saja berpeluang, sebab ini masih kita godok dan kita evaluasi. Soal Dejan Antonic?Maybe yes, maybe no. Begitu juga soal Nil Maizar maupun Widodo, saya tidak mau berkomentar dulu, lihat saja nanti. Yang paling penting, kalaupun pelatih asing, harus bisa berkomunikasi dengan para pemain menggunakan bahasa Indonesia,” beber Anton, sapaan akrab dari Soesanto Tjahjo Kristiono.
Ketika disinggung mengenai target realisasi datangnya pelatih kepala baru, Anton menjelaskan, bila pihaknya mematok waktu satu minggu. Ia juga berharap, proses ini takkan molor, dan berjalan sesuai dengan harapan.
“Lawan Sriwijaya FC tidak mungkin, jadi sementara dengan asisten pelatih saja dulu. Kemungkinan ya, kalau tidak saat bertemu Arema (7/3), dan paling lambat saat kita away ke Tangerang menghadapi Persita (17/3),” jelasnya.
Terkait dengan target awal yang dibebankan oleh manajemen, Anton juga mengatakan, bila pihaknya akan menjalin komunikasi dengan pelatih baru yang terpilih. Menurutnya, target akan disesuaikan, dengan melihat kenyataan dan kondisi yang terhampar di depan mata saat ini, tentunya dengan catatan logis.
“Pasti kami akan bicara dengan pelatih baru yang terpilih, tentang bagaimana target. Kalau masih bisa direalisasikan kenapa tidak? wong kompetisi masih baru saja bergulir. Tapi tentunya kami tak akan memaksakan, kami tetap akan melihat sesuai dengan kondisi dan peluang yang ada,” tutur pria yang sebelumnya juga masuk dalam jajaran manajemen Arema IPL musim lalu tersebut.
Sebelumnya, pihak manajemen Gresik United mengambil sikap tegas kepada Suharno, dengan melengserkannya dari posisi pelatih kepala. Karena raihan 13 poin dari sembilan laga, dinilai tidak sesuai dengan harapan dan target semula.
“Prestasi klub jauh dari harapan. Pemecatan ini memang pahit, tapi tidak ada pilihan lain. Ini demi kondisi klub agar tetap kondusif. Yang jelas, hubungan kami dengan Suharno sampai saat ini masih baik-baik saja,” pungkasnya.
Kejadian pemecatan pelatih, bukan hal baru bagi tim Gresik United. Sebab musim lalu, tim kebanggaan Ultrasmania ini juga sempat mengalami bongkar-pasang juru racik beberapa kali. Musim lalu saat kompetisi sudah berjalan, Gresik United ditangani oleh tiga pelatih berbeda, mulai dari Freddy Muli, Abdurrahman Gurning, hingga Djoko Susilo. (gk-43)
Posting Komentar