Headlines News :

TutorialBlog
PemainMingguini
Tampilkan postingan dengan label Sriwijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sriwijaya. Tampilkan semua postingan

Sriwijaya FC Pecat Eddie Foday Boakay


Hendri menyatakan, Sriwijaya FC sangat membutuhkan tenaga Foday untuk menghadapi Persepam Madura.
Kepergian Eddie Foday Boakay untuk memperkuat timnas Liberia tanpa izin dari manajemen Sriwijaya FC berbuntut panjang. Sriwijaya FC melalui direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menegaskan pihaknya sudah memecat Foday seiring kepergiannya ke Liberia.

“Foday sudah kita larang pergi, namun dia tetap pergi, ini jelas melanggar aturan. Karena itu Foday kita pecat. Tidak perlu dibicarakan dan dirapatkan lagi, sekembalinya dia ke Palembang, Foday langsung kita keluarkan dari Sriwijaya FC,” tegas Hendri kepadaGOAL.com Indonesia, Rabu (20/3) malam.

Dikatakan Hendri, Sriwijaya FC sangat membutuhkan tenaga Foday untuk menghadapi Persepam Madura, karena itulah manajemen melarang Foday pergi.

"Tapi larangan kita tidak dihiraukan, bahkan dia pergi tanpa izin. Hal ini tidak bisa ditolerir lagi," kata Hendri.

Jika Hendri sudah bulat memecat Foday, tidak demikian dengan direktur keuangan PT SOM, Augie Bunyamin. Augie masih ragu untuk memecat Foday.

"Saat ini suasananya masih panas, kondisinya belum kondusif, nanti akan kita bicarakan lagi, apakah Foday dipecat atau tidak," ujar Augie.

Sementara itu, manajer Sriwijaya FC Robert Heri belum bisa memberikan komentar banyak. Menurutnya, pihaknya perlu mengecek terlabih dahulu surat pemanggilan Foday dari federasi sepakbola Liberia.

"Saat ini saya masih berada di luar kota, jadi belum tahu perkembangan terbaru soal Foday," ujar Robert. (gk-42)

Ponaryo Astaman Sesalkan Situasi Tak Kondusif Timnas Indonesia


Ponaryo Astaman mengatakan para pemain telah berusaha untuk menghilangkan kesan dua kubu (ISL dan IPL) di timnas Indonesia.

Gelandang Sriwijaya FC Palembang, Ponaryo Astaman, menyesalkan situasi tidak kondusif yang terjadi di pemusatan latihan tim nasional  menjelang laga Pra Piala Asia menghadapi Arab Saudi,

Seperti yang diketahui, pelatih timnas Indonesia Luis Manuel Blanco mengambil keputusan mengejutkan dengan mendepak 14 pemain dari ISL karena dinilai indislipiner sehingga iklim latihan menjadi memanas.

Wakil ketua BTN Harbiansyah Hanafiah langsung bergerak cepat. Pemain yang sebelumnya dicoret kembali diajak latihan di Lapangan C PSSI bersama dengan pemain lainnya. Latihan sempat terbagi menjadi dua yaitu antara pemain yang terus melakukan latihan bersama jajaran pelatih timnas meski tanpa Luis Manuel Blanco (yang absen dari sesi latihan sore dengan alasan sakit) dengan pemain yang sebelumnya dicoret.

""Akibat kejadian tadi membuat dinamika yang berkembang mau tidak mau, suka tidak suka sudah terkesan kami terbelah antara IPL dan ISL. Padahal kami sudah menghilangkan kesan itu," kata Ponaryo.

"Kami datang ke sini untuk seleksi timnas. Kami tidak memposisikan menjadi berbeda, biarkanlah manajemen timnas dan BTN yang menyelesaikannya. Kapan pun kami siap untuk timnas."

Kelelahan, 21 Pemain Timnas Izin Istirahat Latihan




Jakarta
- Sebanyak 21 pemain yang baru bergabung dengan tim nasional Indonesia tidak mengikuti latihan sesi pagi. Sebabnya, mereka mengaku kekelahan karena sebagian pemain baru datang.

Pada sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (15/3/2013) yang dimulai pukul 09.00 WIB, timnas kedatangan sepuluh pemain tambahan. Mereka berbaur dengan pemain-pemain yang sebelumnya telah mengikuti sesi latihan timnas dalam beberapa hari terakhir.

Kesembilan pemain itu adalah Kurnia Meiga, Egi Melgiansyah, Victor Igbonefo, Hasim Kipuw (Arema Indonesia), Hamka Hamzah (Mitra Kukar), Eka Ramdhani (Pelita Bandung Raya), Bayu Gatra (Persisam), serta Dedi hartono, Faturrahman (Barito Putra), plus Irfan Bachdim.

Sementara itu, tercatat ada 21 pemain yang tidak mengikuti sesi latihan tadi pagi. Mereka datang ke lapangan, namun kemudian meminta izin untuk beristirahat lantaran kondisi fisik yang kurang prima.

Mereka yang meminta izin itu adalah Eka Ramdhani (Pelita Bandung Raya), Dedi Hartono, Fathur Rahman (Barito Putra), M. Robby, Ferdinand Sinaga, Bayu Gatra (Persisam Samarinda), Ponaryo Astaman, Abdul Rahman, Tantan (Sriwijaya FC), Hamka Hamzah, Jajang Mulyana, Ahmad Bustomi, Zulham Zamrun, Zulkifli Syukur (Mitra Kukar), Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Richardo Salampessy, Emmanuel Wanggai, Boaz Solossa, Ruben Sanadi, dan Ian Louis Kabes (Persipura Jayapura),

Menurut pemain Mitra Kukar, Zulkifli Syukur, kondisi dia dan pemainnya masih kelelahan akibat latihan fisik kemarin sore.

"Cukup berat latihannya. Sedangkan kami baru saja datang. Kami minta waktu tenggat untuk istirahat di sesi latihan pagi ini. Mungkin nanti pada sesi latihan sore baru bisa ikut latihan hingga usai."

"Kita sudah minta izin kepada pelatih. Kita jelaskan semua masalah kita kalau sampai saat ini kita masih kelelahan," kata pemain berposisi bek itu.

Latihan Timnas Sore Ini Bertambah dengan Kehadiran Enam Pemain ISL




Jakarta - Enam pemain Indonesian Super League (ISL) akhirnya bergabung ke pemusatan latihan. Sementara 11 pemain ISL lainnya turut datang ke sesi latihan ini meski belum bergabung.

Sesi latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (14/3/2013) sore WIB, dihadiri enam pemain baru. Kesemuanya adalah pemain dari ISL, yakni M. Robby, Ferdinand Sinaga (Persisam), Abdul Rahman, Tantan (Sriwijaya FC), Jajang Mulyana, dan Samsidar (Mitra Kukar).

Enam pemain tersebut terlihat langsung bergabung dengan 13 pemain lain yang sudah lebih dulu berada di pemusatan latihan timnas. Tampak Pelatih timnas Luis Manuel Blanco memimpin sesi latihan ini.

Saat sesi latihan berlangsung, juga terlihat ada 11 pemain ISL lain yang datang. Mereka adalah Ahmad Bustomi, Ponaryo Astaman, Zulham Zamrun Zulkifli Syukur, Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Richardo Salampessy, Emmanuel Wanggai, Boaz Solossa, Ruben Sanadi, dan Ian Louis Kabes.

Akan tetapi, mereka belum ikut bergabung dalam sesi latihan tersebut karena baru saja tiba. ke-11 pemain ini sendiri terlihat duduk di pinggir lapangan dengan berpakaian bebas.

"Kami baru saja sampai dan belum bisa ikut latihan. Mungkin besok pagi baru ikut," ungkap pemain Sriwijaya FC Ponaryo Astaman.

Dengan demikian, total sudah 30 pemain yang telah bergabung ke pemusatan latihan. Sedangkan sejumlah pemain Arema dan Persib bakal datang ke Jakarta malam ini.

Besok, 20 Pemain ISL Gabung Timnas



Sejumlah pemain Indonesian Super League (ISL) dipastikan bergabung ke dalam pemusatan latihanbesok, Jum'at (14/3/2013). Total ada 20 pemain dikabarkan akan hadir. "Besok sebagian sudah datang. Akan ada 20 pemain ISL yang hadir. Klub-klub mereka juga konfirmasi soal kedatangan," ujar perwakilan BTN (Badan Tim Nasional) Habil Marati di Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2013). Ke-20 pemain ISL tersebut terdiri dari tujuh pemain Mitra Kukar, tujuh pemain Persipura Jayapura, tiga pemain Persisam Samarinda dan tiga pemain Sriwijaya FC. Dengan demikian, pemusatan latihan bakal dihadiri 33 pemain. 13 di antaranya pemain yang telah datang, yakni Denni Marcel, Valentino Telaubun, Nopendi, Raphael Maitimo, Diego Michiels, Husin Rahaningmas, Anggi A. Yusuf, Andik Vermansah, Taufiq, Tonnie Cussell, Stephano Lilipaly, T.A Musyafri, dan Mario Aibekop. Sementara itu Direktur Operasional Mitra Kukar, Suwanto, mengonfirmasi bahwa tujuh pemainnya akan berangkat ke Jakarta besok. "Benar. Besok para pemain Mitra Kukar akan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan timnas," ujarnya. Tujuh pemain Mitra Kukar yang dipanggil itu adalah Samsidar, Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Zulham Zamrun, Arif Suyono, dan Jajang Mulyana.

Sriwijaya FC Amankan Tiga Angka Di Palembang


Gol Hilton Moreira dan Boakay Edi Foday memastikan kemenangan Sriwijaya FC atas Persita Tangerang.Boakay Eddy - Sriwijaya FC (GOAL.com/Abi Yazid)

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Sriwijaya FC Palembang langsung tancap gas untuk menggempur pertahanan tamunya, Persita Tangerang.

Namun, tim tuan rumah baru dapat memecah kebuntuan di menit ke-20. Kombinasi satu dua antara Tantan dengan Hilton Moreira berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh nama terakhir untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Sriwijaya sebenarnya memiliki beberapa peluang emas di sisa waktu babak pertama namun tidak ada yang membuahkan hasil maksimal, salah satunya melalui tandukan Tantan yang masih membentur mistar gawang, sehingga kedudukan 1-0 bertahan hingga jeda pertandingan.

Di babak kedua, Sriwijaya kembali menggempur pertahanan Persita. Di awal paruh kedua ini, peluang didapatkan oleh Tantan dan Muhammad Fahrudin tetapi keduanya masih tidak mampu menaklukkan Mukti Ali Raja yang menjaga gawang tim tamu.

Terus menekan, usaha Sriwijaya FC akhirnya kembali menuai hasil menjelang pertandingan usai. Gol Boakay yang meneruskan umpan dari Ahmad Jufrianto berhasil menembus jala Persita yang dikawal Mukti Ali Raja sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Gol telat pemain jangkung tersebut menjadi gol penutup di pertandingan ini, sehingga memastikan Sriwijaya mengamankan poin penuh di kandangnya sendiri. Hasil itu membawa Sriwijaya merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara ISL.

Seleksi Timnas Senior PPA 2015 Diyakini Berjalan KETAT

 
Timnas Senior Indonesia mulai mempersiapkan diri sebagai persiapan babak penyisihan Gruf C Pra Piala Asia 2015. Tim yang kini diarsiteki oleh Luis Emmanuel Blanko sudah empat hari ini melakukan persiapan tim. Tapi, ada yang berbeda dengan persiapan kali ini. Para pemain yang berkiprah di Indonesia Super League (ISL) yang sebelumnya enggan memperkuat timnas, kali dipastikan hadir mengikuti Pelatnas Timnas Senior di Jakarta.

BTN (Badan Tim Nasional) sendiri resmi memanggil 58 pemain untuk mengikuti seleksi Timnas. 58 pemain tersebut berasal dari dua kompetisi yang ada yakni ISL dan IPL. Persaingan pun diyakini akan berjalan ketat karena dari 58 pemain itu akan dikerucutkan menjadi 23 pemain.

"Dengan bergabungnya semua pemain itu lebih bagus. Biar Timnas bisa berprestasi lagi ke depannya," kata pemain belakang Timnas Senior di Piala AFF, Novendi dalam pesan Blackberry Messangernya yang diterima Jaringnews.com, Senin (11/3).

"Saya siap bersaing dengan pemain lainnya. Tidak ada persiapan khusus karena saat ini saya sedang bermain dengan Persiba Bantul. Saya siap menunjukkan kemampuan dan mengikuti instruksi pelatih," lanjutnya.

Hal senada diungkapkan oleh bomber Sriwijaya FC, Tantan. Kata Tantan dirinya siap bergabung dengan Timnas Senior yang terpenting baginya manajemen Sriwijaya mengizinkan.

"Dari dulu saya siap saja membela Timnas. Yang jelas saya harus mendapatkan izin dari manajemen karena sekarang saya terikat kontrak. Saya harus profesional," tuturnya.

BTN sendiri menegaskan, sesuai jadwal ke-58 pemain tersebut akan mulai bergabung di Pelatnas pada 14 Maret mendatang. Tujuh hari berselang, Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Boaz Solossa Pemain Terbaik ISL Februari 2013 Versi Pembaca


Boaz menempati posisi teratas mengungguli Beto dan Zulham Zamrun yang menguntit di belakangnya.
Striker Persipura Jayapura Boaz Solossa terpilih sebagai pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) Februari 2013 versi pembaca GOAL.com Indonesia.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan sejak 6 hingga 9 Maret, Boaz menempati posisi teratas dengan mengumpulkan 24,05 persen suara dari pembaca yang mengikuti polling ini.

Absen panjang akibat cedera tidak menurunkan kualitas Boaz sebagai salah satu striker terbaik di negeri ini. Sepanjang Februari, Boaz telah mencetak empat gol, serta satu assists untuk membawa Persipura menguntit Mitra Kukar di bulan lalu.

Posisi kedua ditempati striker Arema Alberto 'Beto' Goncalves yang dipilih 19,65 persen peserta. Beto mencetak enam gol sepanjang Februari, masing-masing hat-trick ke gawang Pelita Bandung Raya, dua gol ke Sriwijaya FC, dan satu kali di gawang Persija Jakarta.

Zulham Zamrun yang terpilih sebagai terbaik Januari 2013, dan masuk ke dalam susunan pemain terbaik Asia Februari versi GOAL.com menempati peringkat ketiga dengan jumlah pemilih 16,03 persen.

Sedangkan peringkat empat dan lima ditempati duo Mitra Kukar, Ahmad Bustomi dan Paolo Frangipane. Bustomi mendapatkan 11,61 persen suara, dan Frangipane 8,94 persen.

Sriwijaya gagalkan ambisi Persib


FT: Sriwijaya 2-1 Persib Bandung

Gol cepat yang dilesakkan Van Dijk tidak bisa dipertahankan Persib, sehingga menderita kekalahan dari Laskar Wong Kito
Sempat tertinggal, Sriwijaya FC akhirnya meraih angka penuh usai mengalahkan Persib Bandung 2-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/13, Sabtu (9/3) malam WIB.

Dalam pertandingan ini, Sriwijaya FC menurunkan komposisi pemain berkarakter menyerang. Trisula Hilton Moreira, Tantan, dan Eddy Foday Boakay mengisi barisan depanLaskar Wong Kito.

Permainan agresif juga diperagakan Persib. Namun, Persib tidak menurunkan Dzumafo Herman akibat terkena sanksi akumulasi. Tim Maung Bandung mengandalkan Sergio van Dijk dan Kenji Adachihara di sektor depan.

Kemenangan atas Persib ini mengangkat posisi Sriwijaya FC ke peringkat lima klasemen usai mengoleksi nilai 17. Raihan angka Sriwijaya FC sama dengan Barito Putra, tapi kalah selisih gol. Sedangkan Persib tertahan di posisi kesepuluh dengan poin 12.

Babak pertama

Dengan materi pemain yang diturunkan di pertandingan ini, Sriwijaya FC dan Persib menerapkan permainan terbuka, dan sudah saling serang untuk membuka keunggulan. Sriwijaya mengandalkan sektor sayap untuk menekan pertahanan Persib.

Namun tim tamu berhasil mencuri keunggulan ketika laga memasuki menit ketujuh. Atep yang menusuk dari sisi kanan pertahanan Sriwijaya FC melepaskan umpan silang yang disambut tandukan Sergio van Dijk yang tak bisa dihentikan kiper Rivky Mokodompit.

Merasa kecolongan, Sriwijaya FC berusaha meningkatkan intensitas serangannya untuk mengubah papan skor. Tekanan yang dilakukan tuan rumah memaksa barisan pertahanan Persib bekerja lebih keras.

Upaya tuan rumah untuk menyamakan kedudukan membuahkan hasil pada menit ke-11. Berawal dari tendangan bebas Hilton Moreira yang ditepis Shahar Ginanjar, bola muntah kemudian disambar Tantan, sehingga papan skor berubah menjadi 1-1.

Publik di Stadion Gelora Sriwijaya bersorak kegirangan pada menit ke-25 setelah melihat tim kesayangannya berbalik unggul. Hilton melepaskan umpan sundulan kepada Eddy Foday yang selanjutnya melepaskan tendangan yang tak bisa dibendung Shahar.

Skor ini membuat pertandingan antara Sriwijaya FC dan Persib makin menarik. Kedua tim saling serang agar bisa mengungguli lawan masing-masing. Kendati demikian, Sriwijaya FC dan Persib tak bisa memaksimalkan peluang yang mereka peroleh. Skor 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua

Sriwijaya FC mengawali babak kedua dengan baik, dan langsung melakukan tekanan ke pertahanan Persib, sehingga menghadirkan sejumlah peluang. Namun Tantan kerap terlambat menyambut umpan-umpan yang dilepaskan Hilton dan Foday Boakay.

Persib perlahan-lahan mulai mengimbang permainan agresif tuan rumah. Hanya saja, serangan yang dibangun tim tamu tidak terkoordinir dengan baik. Umpan yang sering ditujukan kepada Van Dijk dengan mudah dipatahkan barisan belakang Sriwijaya FC.

Peluang diperoleh Persib pada menit ke-64, namun tendangan Atep dari luar kotak penalti masih melebar dari gawang Sriwijaya FC. Tuan rumah meresponnya dengan tendangan Ahmad Jufriyanto, tapi tendangannya dari jarak 20 meter masih melambung di atas mistar.

Di lain sisi, serangan cepat yang dikembangkan Sriwijaya FC kerap membuat pemain Persib kewalahan. Sejumlah pelanggaran dilakukan pemain Pangeran Biru untuk membendung serangan Sriwijaya FC.

Persib masih mencoba untuk membongkar pertahanan rapat yang dikembangkan Sriwijaya FC. Soliditas lini belakang tuan rumah membuat Persib mengandalkan set-piece untuk membobol gawang Rivky yang bermain cukup cemerlang. Peluang didapat Van Dijk melalui tendangan bebas di menit ke-82, tapi melambung di atas mistar.

Sriwijaya FC dan Persib masih mencoba mencari celah untuk mengubah papan skor. Fakhrudin sempat mengancam di menit ke-86 usai menerima umpan Foday Boakay, tapi dapat diamankan Shahar. Skor 2-1 bertahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Sriwijaya FC: Rivky; Mochtar, Abdurrahman, Dodok, Mahyadi, Ponaryo, Jufriyanto, Lestaluhu, Tantan (Sutan 88'), Hilton, Edy Foday.

Persib: Shahar; Supardi, Abanda, Maman (Al Sebai 41'), Tony, Atep, Firman (Asri 78'), Hariono, M Ridwan, Van Dijk, Kenji Airlangga (73').

PSSI Sebar Undangan Peserta Kongres Senin Mendatang


Jakarta - Persiapan Kongres Luar Biasa 17 Maret terus digeber. Setelah rampung menuntaskan proses verifikasi, PSSI akan menyebarkan undangan kepada peserta pada hari Senin (11/3/2013).

"Senin kami sudah harus menyebar undangan. Mekanismenya melalui telepon dan fax. Juga komunikasikan kepada FIFA bahwa proses verifikasi sudah selesai," ujar Sekjen PSSI Hadiyandra saat dihubungi wartawan, Sabtu (9/3/2013).

Sebelumnya, tim verifikasi telah menetapkan 100 peserta kongres yang bakal hadir, dengan rincian 33 perwakilan pengurus provinsi, 15 klub Liga Super Indonesia, 16 klub Divisi Utama, 14 klub Divisi Satu, 12 klub Divisi Dua, dan sepuluh klub Divisi Tiga.

"Sekarang tinggal penyebaran undangan saja. Semoga berjalan lancar. Tinggal penyelenggaraan pas hari H-nya."

Berikut daftar peserta Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret:

Pengurus Provinsi
1. Aceh: Zainuddin Hamid
2. Sumatera Utara: Kamaludin Harahap
3. Sumatera Barat: Armyn AN
4. Riau: Chaidir
5. Kepulauan Riau: Endy Maulidi
6. Jambi: Hadiyandra
7. Sumatera Selatan: Bariyadi
8. Bangka Belitung: Hidayat Arsani
9. Bengkulu: Kurnia Utama
10. Lampung: Hartarto Lodaya
11. Banten: Satim Sofyan
12. DKI Jakarta: Hardi
13. Jawa Barat: Tonny Apriliani
14. Jawa Tengah: Sukawi Soetarip
15. Yogyakarta: Hadiyandto Ismangoen
16. Jawa Timur: La Nyalla Mattalitti
17. Bali: I Gusti Gede Putra Wirasana
18. Nusa Tenggara Barat: Samsul Luthfi
19. Nusa Tenggara Timur: Lambertus Ara Tukan
20. Kalimantan Barat: Zulfadhli
21. Kalimantan Tengah: Suraria Nahan
22. Kalimantan Selatan: Hasnuryadi Sulaiman
23. Kalimantan Timur: Achmad Amins
24. Gorontalo: Gusnar Ismail
25. Sulawesi Utara: Fabian Sarundajang
26. Sulawesi Tengah: Kasmudin
27. Sulawesi Barat: Ibrahim Masdar
28. Sulawesi Tenggara: Sabaruddin Labamba
29. Sulawesi Selatan: Kadir Halid
30. Maluku Utara: Iqbal Ruray
31. Maluku: Dirk Soplanit
32. Papua Barat: Ishak Hallatu
33. Papua: Yarona

Liga Super Indonesia
1. Sriwijaya FC: Dodi Reza Alex Noerdin
2. Pelita Jaya FC: Ali Fachri
3. Persib: Glen Sugita
4. Persiba Balikpapan: Syahril Taher
5. Persisam Samarinda: Harbiansyah Hanafiah
6. Persiwa Wamena: John Banua
7. PSPS Pekanbaru: Arsadianto Rachman
8. Persija Jakarta: Ferry Paulus
9. Persela Lamongan: Debby Kurniawan
10. Deltras Sidoarjo: Mafirion
11. Persipura Jayapura: Benhur TOmi Mano
12. Semen Padang: Erizal Anwar
13. PSM Makassar: Ahmad Sirajuddin
14. Persijap Jepara: Ahmad Marzuqi
15. Bontang FC: Arief Budi Santoso

Divisi Utama
1. PSAP Sigli: Yasin
2. Persidafon Dafonsoro: Habel Suwae
3. PSBI Blitar: Herry Noegroho
4. Persigo Gorontalo: Adhan Dambea
5. PSIM Yogyakarta: Haryadi Suyuti
6. PSMS Medan: LPI dan LSI (masing-masing suara bernilai setengah)
7. Persih Tembilahan: Rasyid
8. Persita tangerang: Rully Zulfikar
9. Mitra Kukar: Endri Erawan
10. Persiram Raja Ampat: Selviana Wanma
11. Perseman manokwari: Dominggus Mandacan
12. Gresik United: Saiful Arif
13. Barito Putra: Zainal hadi
14. Persiba Bantul: Idham Samawi
15. Persiraja banda Aceh: Mawardi Nurdin
16. Persipasi Bekasi: Aan SUhanda

Divisi Satu
1. Persbul Buol: Abdullah Batalipu
2. PSBS Biak: Yusuf Maryem
3. PSBL Langsa: Zulkifli Zainon
4. Persepam Pamekasan: Kholilurrahman
5. PSBK Blitar: Samanhudi Anwar
6. PSGL Gayo Lues: WAhab Makmur
7. PS Sumbawa Barat: Zulkifli Muhaldi
8. Persitema Temanggung: Bambang Sutarno
9. Persid Jember: SUnardi
10. Perssin Sinjai: Andi Rudiyanto Asapa
11. Madiun Putra: Trubus Reksodirjo
12. Persip Pekalongan: basyir Achmad
14. Persepar Palangkaraya: Tuty Dau

Divisi Dua
1. Persiks Teluk Kuantan: Firdaus Oemar
2. Pidie Jaya: Gade Salam
3. Persal Aceh Selatan: Azwar Asyek
4. Persap Purbalingga: Tasdi
5. Perseba Super: Fuad Amin
6. Persekap Kota Pasuruan: Ismail Hasan
7. Persewar Waropen: Yesaya Buinei
8. Persema Kaimana: Rowland Heinrich
9. Penajam Paser: Irfan Harahap
10. PS Bungo: Faisal Imron
11. Persenga Nganjuk: PSSI dan KPSI (masing-masing suara bernilai setangah)
12. Persisum: Ikhsan Safitri

Divisi Tiga
1. Mitra Bola Utama: Haruna Soemitro
2. Martapura FC: Mokhammad Hilman
3. Gresik Putra: Ali Affandi
4. Persibolmut: Asripan Nani
5. Villa 2000: Supardi
6. PS TGM Medan: Stevie Lim
7. ISP Purworejo: Angko Widodo
8. Perseden Denpasar: Ida Bagus Purnaya
9. Nusa INA FC: Sihar Sitorus
10. Persekat Katingan: Christantwo Ladju

Persib Akan Lepas 6 Pemain ke Timnas Setelah Lawan Sriwijaya FC



Jakarta - Enam pemain Persib yang dipanggil oleh Badan Tim Nasional (BTN) sepertinya belum akan bergabung karena timnya masih ingin memakai mereka di pertandingan hari Sabtu mendatang.

BTN telah memanggil enam pemain Persib yaitu Sergio van Dijk, M. Ridwan, I Made Wirawan, Firman Utina, Toni Sucipto, dan Supardi, untuk mengikut itraining camp yang dimulai hari ini, Kamis (7/3/2013).

Dijelaskan pelatih Persib Jajang Nurjaman, pihaknya bersedia melepas keenam pemain tersebut, tapi baru akan melakukannya setelah laga mereka melawan Sriwijaya FC akhir pekan ini di Palembang.

"Mekanisme untuk memberikan pemain ke timnas masih dalam pembicaraan. Kami masih menunggu dan memperhitungkan jadwal klub dengan jadwal timnas," ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/3/2013).

"Tapi, karena persiapan pertandingan kontra Sriwijaya, kemungkinan besar kami akan berangkat semua (ke Palembang). Nanti akan dibicarakan lagi di sana untuk bagaimana mekanisme pemberian pemain ke timnas," sambungnya.

"Saya berharap para pemain bisa membela timnas dan membela klub. Tapi memang risiko terbesar adalah fisik pemain terkuras dan persiapan tim bisa terganggu."

Persib Terancam Tanpa Dzumafo Lawan Sriwijaya


GSI - Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta, Minggu, 3 Maret lalu harus dibayar mahal. Dalam laga klasik ini, striker Herman Dzumafo Epandi mengalami cedera dan harus ditarik pada menit ke-53 dan diganti dengan Atep.

Persib memang berhasil memenangkan laga dengan skor 3-1. Namun Maung Bandung dibuat pusing karena cedera di bagian ujung kaki Dzumafo telah membuatnya terancam absen saat bertandang ke markas Sriwijaya FC dalam lanjutan ISL 2012-13, Sabtu, 9 Maret mendatang.

Saat berlatih di Lapangan Sepak Bola, Pusidikpom, Cimahi, sore tadi, Dzumafo hanya terlihat menjalani latihan ringan di pinggir lapangan. “Kalau tingkat cederanya tidak bisa dikatakan parah. Masih relatif ringan, hanya memang butuh waktu beberapa hari untuk pemulihan,” kata Dokter Tim Persib, Rafi Ghani.

Dzumafo sendiri sudah mulai menjalani fisioterapi untuk mempercepat proses penyembuhan cederanya. Meski demikian, Rafi belum bisa memastikan mantan pemain PSPS Pekanbaru itu sudah pulih saat Maung Bandung tampil di Stadion Jakabaring, Palembang, Sabtu mendatang. “Kami masih harus menunggu hasil fisioterapinya,” kata Rafi.

Dzumafo merupakan bagian dari trisula Persib Bandung. Bersama triker naturalisasi, Sergio van Dijk, dan Keni Adachihara, mereka kini menjelma menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan lawan.

Lee Dong Wong Gantikan Posisi Min Kyung Bin Di Sriwijaya FC


Lee sudah bisa memperkuat Sriwijaya FC dalam kompetisi ISL.
Jelang menjamu Persib Bandung, Sriwijaya FC mendapatkan tambahan tenaga dengan masuknya pemain asing baru asal Korea Selatan, yaitu Lee Dong Wong. Lee direkrut oleh Sriwijaya FC untuk menggantikan satu kuota asing Asia yang kosong setelah manajemen memecat Min Kyung Bin.

Meskipun pendaftaran pemain ke PT Liga Indonesia telah ditutup, namun Lee mendapat perlakuan khusus, setelah PT Liga Indonesia memperbolehkan Sriwijaya FC mengganti pemain asingnya. Lee diperkenalkan secara resmi oleh manajemen Sriwijaya FC, Selasa (5/3) siang, kepada awak media Sumsel di RM Sri Melayu.

Manajer Robert Heri mengatakan, Lee Dong Wong sudah resmi menjadi pemain Sriwijaya FC setelah didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Lee sudah bisa memperkuat Sriwijaya FC dalam kompetisi ISL.

“Kita upayakan Lee sudah bisa ditampilkan saat menjamu Persib Bandung karena semua syarat sudah kita lengkapi ke PT Liga Indonesia,” ujar Robert kepada GOAL.com Indonesia.

Diharapkan Robert, dengan masuknya Lee, lini belakang Sriwiaya FC yang selama ini terlalu mudah kebobolan, bisa lebih kuat dari sebelumnya.

“Lee berposisi sebagai stopper dan terakhir memperkuat klub Chainant FC asal Liga Thailand. Lee juga pernah bermain di Ulsan Hyunday [K-League 2009] dan Busan Park [K-League 2010]. Mudah-mudahan dengan masuknya Lee, pertahanan Sriwijaya FC lebih tangguh,” harap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel ini.

Selama memperkuat Sriwijaya FC, pemain kelahiran 7 November 1983 ini akan mengenakan jersey bernomor 35. (gk-42)

Manajemen Gresik United Didemo Ultrasmania


Laga lawan Sriwijaya FC menjadi bukti, jika performa buruk ini tidak dikarenakan sosok pelatih kepala, namun lebih dikarenakan oleh buruknya pengelola manajemen.
Pasca kekalahan dari Sriwijaya FC dengan skor 4-3, manajemen Gresik United langsung didemo oleh para suporternya. Mereka yang tergabung dalam Ultrasmania, meminta pertanggung jawaban CEO PT Persegres Jaka Samudra selaku pengelola Gresik United, Soesanto Tjahjo Kristiono.


Begitu pertandingan usai, ratusan Ultrasmania langsung menuju pintu keluar stadion bagi pemain dan official di Stadion Petrokimia, Jumat (1/3). Mereka meneriakkan yel-yel, untuk menurunkan CEO PT Persegres dari jabatannya. Di antara mereka, ada juga yang membawa spanduk bertuliskan “Turunkan CEO Persegres, Bang Anton” dan “Ada Apa dengan manajemen”.


Nama Bang Anton yang dimaksud, tidak lain adalah Soesanto Tjahjo Kristiono. Mereka menilai, setiap penentuan kebijakan menyangkut kepentingan tim yang dilakukan, tanpa melibatkan dan sepengetahuan Ultrasmania.


“Sebagai suporter, kami merasa tidak pernah dilibatkan dalam rembug apapun. Seperti halnya soal pemecatan Suharno sebagai pelatih kemarin, kami malah tahunya dari media. Dan lebih parahnya lagi, penentuan kebijakan itu dilakukan dengan cara polling kepada para pemain,” ujar Ketua Umum Ultrasmania Ludiono, kepada para wartawan.


Mereka seakan tidak puas dengan rentetan hasil buruk Gresik United, yang dicapai pada beberapa pertandingan akhir. Ia pun menjelaskan, bila laga lawan Sriwijaya FC menjadi bukti, jika performa buruk ini tidak dikarenakan sosok pelatih kepala, namun lebih dikarenakan oleh buruknya pengelola manajemen.


“Ini kan aneh (soal polling kepada Suharno, red)? Sebab ada 20-an lebih pemain saat ini, dan yang mengisi starter itu kan cuma 11 orang, pasti banyak yang setuju dengan pemecatan itu. Dan itu sudah pasti,” jelasnya.


Pemecatan kepada Suharno, dinilai oleh Ultrasmania terlalu prematur. Sebab banyak indikasi lain, yang harusnya menjadi barometer performa skuat Gresik United di lapangan. Dan salah satu yang mereka utarakan, lebih dikarenakan kurang komunikatifnya pihak manajemen dengan pelatih dan para pemain.


“Gimana komunikasi mau lancar, wong dia-nya saja nggak pernah ikut mendampingi tim saat latihan. Kalau sudah begitu, gimana mau tahu perkembangan para pemain dan kondisi tim terkini. Jadi, kenapa harus Suharno yang dikorbankan?” beber Ludiono.


Ultrasmania berharap, ke depan mereka lebih dilibatkan dalam setiap penentuan kebijakan tim, termasuk mengenai penentuan pelatih kepala Gresik United yang baru. Mereka juga berharap, ada komunikasi yang baik antara suporter dan pihak manajemen.


“Ada baiknya, kami juga lebih sering diajak ngumpul dan ngobrol bareng. Sebab bagaimanapun, tanpa suporter tim juga tidak akan jalan. Kami hanya berkeinginan, yang terbaik bagi tim,” tuturnya.


Anton sendiri sudah meninggalkan stadion, sejak laga Gresik United kontra Sriwijaya FC memasuki babak kedua. Sehingga Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang menyaksikan pertandingan, didapuk menemui para suporter.


“Saya hanya sebatas menjembatani aspirasi mereka saja, sebab saya sekarang tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum. Sebagai Presiden Kehormatan klub juga bukan, karena saya tidak pernah terima SK-nya (Surat Keputusan). Jadi untuk konfirmasi lebih lanjut, silahkan langsung berhubungan dengan tim manajemen saja,” elak Sambari.


Sejak dikalahkan Mitra Kukar 3-1, performa Gresik United memang tidak stabil. Mereka memang berhasil menahan imbang Persija Jakarta 2-2 di Stadion Manahan Solo, tapi selanjutnya mereka dibabat PSPS Pekanbaru 0-2, dikalahkan Pelita Bandung Raya 0-1. Dan terbaru, mereka takluk atas Sriwijaya FC. (gk-43)

Tahu Kekuatan Lawan Jadi Kunci Kemenangan Sriwijaya

Kas Hartadi menginstruksikan kepada timnya untuk mengunci pergerakan tiga pemain utama Gresik United.

Untuk kesekian kali, Gresik United harus tertunduk di hadapan para pendukungnya sendiri. Menjamu Sriwijaya FC di Stadion Petrokimia, tim dengan julukan Laskar Joko Samudro tersebut kalah tipis 4-3, Jumat (1/3).

Terkait dengan kemenangan timnya kali ini, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengakui, jika mereka sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Gresik United, sejak sebelum pertandingan dilangsungkan.

“Saya sudah tahu permainan tim Gresik, karena itulah kami mampu memenangi pertandingan kali ini. Sebelum pertandingan saya juga sudah yakin, anak-anak akan bisa memenangi laga, atau minimal mencuri poin dari Gresik,” ungkap Kas Hartadi kepada GOAL.com Indonesiausai pertandingan.

Saat disinggung mengenai kunci sukses menghadapi Gresik United, Kas Hartadi menjelaskan, bila kekuatan tim kebanggaan Ultrasmania itu terletak pada trio asingnya. Mereka adalah Aldo Barreto, Matsunaga Shohei, dan Gustavo Chena.

“Karena itu, saya instruksikan kepada anak-anak untuk mengunci pergerakan mereka bertiga. Intinya, ketiga pemain itu tidak boleh dibiarkan bebas membawa bola, siapa yang terdekat wajib mempressing ketat, bila posisi kami sedang kehilangan bola,” jelasnya.

Mantan pelatih Sriwijaya FC U-21 itu juga bersyukur, bila timnya mampu memenangi laga dengan kondisi para pemain yang dinilai kurang menguntungkan. Sebab ia mengatakan, banyak pemainnya yang baru sembuh dari cedera.

“Semisal, Ramdani [Lestaluhu] dan Taufiq [Kasrun], yang baru saja sembuh dari cedera hamstring. Selain itu, saya juga tak bisa memainkan Diogo Santos Rangel akibat cedera, dan Achmad Jufriyanto lantaran akumulasi kartu,” sambungnya.

Kas Hartadi juga bersyukur, timnya mampu mengemas tiga poin di akhir lawatannya di Jawa Timur (Jatim) Jilid I, usai dikalahkan oleh Arema di Stadion Kanjuruhan Malang pada laga sebelumnya. Dengan raihan tiga poin dari dua kali away, membuat skuatnya tetap bisa pulang ke Palembang dengan kepala tegak.

“Memang kami butuh poin, usai dikalahkan Arema di Malang sebelumnya. Dan tak ada kata lain, anak-anak memang harus memenangi laga, agar kami mendapat hadiah spesial sebelum pulang,” papar Kas Hartadi.

Namun bukannya tanpa celah, Kas Hartadi juga menilai timnya masih memiliki kekurangan pada laga ini. Hal itu dikarenakan, skuatnya masih nervous di menit-menit akhir, sehingga Gresik United mampu memperkecil kedudukan.

“Menit-menit akhir, anak-anak memang sedikit panik. Mereka khawatir, skuat Gresik bakal menyamakan kedudukan, sehingga pemain grogi. Itu yang membuat pemain Gresik mampu mencetak dua gol tambahan. Ke depan, problem mental seperti ini terus akan saya evaluasi dan perbaiki,” pungkasnya.

Pada laga itu, tiga dari empat gol yang diciptakan oleh tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut diborong sang striker, Tantan. Masing-masing pada menit ke-32, menit ke-54, dan menit ke-66. Sementara satu gol lainnya, disumbang oleh Hilton Moreira dari titik putih pada menit ke-79. (gk-43)

Tantan Hat-Trick, Sriwijaya FC Tekuk Gresik United

Tantan - Sriwijaya FC
Gresik untuk memperpanjang catatan tak pernah menang di lima pertandingan secara berturut-turut.Striker Sriwijaya FC Tantan tampil cemerlang mencetak hat-trick untuk membantu Laskar Wor Kito meraih kemenangan 4-3 atas tuan rumah Gresik United di Stadion Petrokimia dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/13, Jumat (1/3).

Tambahan tiga angka mengangkat posisi Sriwijaya FC satu tangga ke peringkat enam klasemen usai mengumpulkan nilai 14 dari sembilan laga yang sudah dilalui. Kemenangan itu juga sekaligus menggeser posisi Gresik United ke peringkat tujuh dengan keunggulan satu angka.

Gresik United dan Sriwijaya FC menerapkan permainan terbuka di pertandingan ini. Laskar Joko Samudra sudah berhasil membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui sundulan Riski Novriansyah yang menyambut umpan Gustavo Chena.

Gol ini memberikan motivasi bagi pemain tuan rumah yang ingin memutus empat laga berturut-turut tanpa kemenangan. Serangan gencar dilakukan ke pertahanan Sriwijaya FC, namun menemui batu karang.

Permainan agresif ini membuat lini belakang Gresik United menjadi lengah. Akibatnya, Sriwijaya FC mampu menyamakan kedudukan ketika tandukan Tantan menerima umpan silang Eddie Foday Boakay tak bisa dihentikan kiper Hary Prasetyo.

Menjelang babak pertama berakhir, Laskar Wong Kito nyaris membalikkan keadaan. Bola yang tidak bisa dikuasai Hary jatuh ke kaki Tantan. Namun tendangan striker Sriwijaya FC ini masih bisa dihalau pemain Gresik United.

Permainan Gresik United dan Sriwijaya FC tidak mengalami perubahan di babak kedua. Namun tim tamu dapat mengendalikan permainan, dan menghadirkan sejumlah peluang, salah satunya miliki Foday Boakay di menit ke-54.

Sriwijaya FC akhirnya membalikkan keadaan untuk mengungguli tuan rumah. Bola muntah tendangan Foday Boakay disambar kepala Tantan untuk menjebol Hary, sehingga mengubah papan skor menjadi 2-1.

Tantan mencetak hat-trick di laga ini setelah memaksa Hary memungut bola dari jalanya pada menit ke-67. Tantan yang lolos dari jebakan off-side menyambut umpan Ponaryo Astaman, dan mengecoh kiper untuk mencetak gol.

Gresik United mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78 lewat tendangan David Faristian yang menyambar bola muntah tendangan Shohei Matsunaga. Namun Sriwijaya FC kembali memperbesar keunggulan selang satu menit kemudian melalui tendangan penalti Hilton Moreira. Hadiah penalti diberikan wasit menysyl pelanggaran handsball pemain Gresik United.

Tuan rumah memperkecil kekalahan menjadi 4-3 menjelang laga berakhir lewat tendangan penalti Shohei. Wasit menunjuk titik putih karena menganggap pemain Sriwijaya FC melakukan pelanggaran handsball.

Suharno Lengser, Sriwijaya FC Tak Mau Ambil Keuntungan

Kas Hartadi mewaspadai trio asing Gresik United.

Didepaknya Suharno dari kursi pelatih kepala Gresik United, tak dianggap sebuah keuntungan tersendiri bagi kubu Sriwijaya FC. Mereka menilai, tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut tetaplah tim kuat, meski saat berhadapan di Stadion Petrokimia, Jumat (1/3), mereka hanya akan dibesut oleh asisten pelatih.

Menurut pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi, timnya tak ingin terlena dengan masalah yang dialami calon lawan tersebut. Ia menilai, akan lebih fokus dalam mempersiapkan timnya sendiri, menyambut laga nanti.

“Saya rasa tak ada keuntungan dari masalah itu [lengsernya Suharno], mereka tetap tim kuat, apalagi akan bermain dihadapan para pendukungnya sendiri. Bisa saja skuat Gresik akan tampil habis-habisan dan membuktikan diri, untuk memberikan yang terbaik, walau tanpa didampingi pelatih kepala,” papar Kas Hartadi kepada GOAL.com Indonesia.

Ia pun memilih untuk lebih mewaspadai trio asing Gresik United, ketimbang memikirkan faktor calon lawan yang tanpa didampingi pelatih kepala. Tiga legiun asing yang diwaspadai oleh Kas Hartadi adalah, Aldo Barreto, Matsunaga Shohei, dan kapten tim Gustavo Chena.

“Aldo, Matsunaga, dan Chena, itu pemain bagus. Mereka bertiga mempunyai peluang merepotkan kami pada laga nanti, jadi mereka wajib diwaspadai. Meski begitu, kami tak ingin meremehkan para pemain lain, secara keseluruhan semua pemain Gresik tidak boleh dibiarkan bebas pada laga nanti,” jelasnya.

Kas Hartadi juga mengungkapkan, bila pada laga kontra Gresik United, Sriwijaya FC tidak akan diperkuat dua pemain andalannya. Dua pemain tersebut adalah, Diogo Santos Rangel dan Achmad Jufriyanto.

“Diogo mengalami cedera di bagian bahu, dan kemungkinan tak akan bisa dimainkan. Sementara Achmad Jufriyanto kena sanksi akumulasi kartu. Ini yang coba akan kami carikan penggantinya. Selain dua pemain itu, semua pemain siap dimainkan lawan Gresik,” papar Kas Hartadi.

Saat disinggung mengenai target dalam lawatannya ke Gresik kali ini, Kas Hartadi memilih merendah. Ia mengaku, target timnya pada laga nanti adalah curi poin, dan tak menutup kemungkinan bila bermain bagus akan mendulang tiga poin.

“Target awalnya sih, curi poin sudah cukup. Bersyukur, bila pada pertandingan nanti kami mampu meraih tiga poin. Semoga dapat berjalan sesuai dengan harapan,” pungkasnya.

Sriwijaya FC sekarang berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) musim 2013. Laskar Wong Kito, julukan dari Sriwijaya FC, berhasil mengemas sebelas poin dari delapan kali pertandingan. (gk-43)

Presiden Sriwijaya FC Jadi Komisaris PT Liga Indonesia


Sebagai komisaris PT Liga Indonesia, banyak kebijakan penting yang akan ditentukan oleh Dodi.

Presiden klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin diangkat menjadi komisaris PT Liga Indonesia untuk musim kompetisi 2012-2013, setelah terpilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RSUP) PT Liga Indonesia, Selasa (26/2) malam di Jakarta.
“Semalam Pak Dodi diangkat sebagai komisaris PT Liga Indonesia dalam RUPS PT Liga Indonesia. Ini tentunya jadi kebanggaan bagi kita masyarakat Sumatera Selatan dan Sriwijaya FC khususnya,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Rabu (27/2).
Sebagai komisaris PT Liga Indonesia, banyak kebijakan penting yang akan ditentukan oleh Dodi.” Kita tentunya berharap, pak Dodi bisa memajukan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Hendri.
Dijelaskan Hendri, selain menetapkan Dodi sebagai Komisaris PT Liga Indonesia, dalam RUPS, PT Liga Indonesia juga mengumumkan kepada perwakilan klub ISL, soal kontrak kerjasama jangka panjang  dengan BV Sport senilai Rp1,5 triliun.
“Dana ini nantinya akan diberikan kepada klub-klub ISL termasuk Sriwijaya FC. Setiap musim Sriwijaya FC akan mendapat dana Rp3 miliar,” ujar Hendri.
Dikatakan Hendri, dana yang akan diterima Sriwijaya FC ini, akan digunakan untuk membayar gaji pemain musim lalu. Setelah itu, uang ini akan digunakan untuk membayar gaji para pemain tiap musim. 
“Jadi uang yang kita terima dari PT Liga Indonesia akan kita gunakan untuk membayar gaji pemain. Bantuan ini jelas sangat membantu  dan bisa mengurangi beban operasional klub,” ujar Hendri. ( gk-42)

Presiden Sriwijaya FC Jadi Komisaris PT Liga Indonesia


Sebagai komisaris PT Liga Indonesia, banyak kebijakan penting yang akan ditentukan oleh Dodi.

Presiden klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin diangkat menjadi komisaris PT Liga Indonesia untuk musim kompetisi 2012-2013, setelah terpilih dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RSUP) PT Liga Indonesia, Selasa (26/2) malam di Jakarta.
“Semalam Pak Dodi diangkat sebagai komisaris PT Liga Indonesia dalam RUPS PT Liga Indonesia. Ini tentunya jadi kebanggaan bagi kita masyarakat Sumatera Selatan dan Sriwijaya FC khususnya,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Rabu (27/2).
Sebagai komisaris PT Liga Indonesia, banyak kebijakan penting yang akan ditentukan oleh Dodi.” Kita tentunya berharap, pak Dodi bisa memajukan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Hendri.
Dijelaskan Hendri, selain menetapkan Dodi sebagai Komisaris PT Liga Indonesia, dalam RUPS, PT Liga Indonesia juga mengumumkan kepada perwakilan klub ISL, soal kontrak kerjasama jangka panjang  dengan BV Sport senilai Rp1,5 triliun.
“Dana ini nantinya akan diberikan kepada klub-klub ISL termasuk Sriwijaya FC. Setiap musim Sriwijaya FC akan mendapat dana Rp3 miliar,” ujar Hendri.
Dikatakan Hendri, dana yang akan diterima Sriwijaya FC ini, akan digunakan untuk membayar gaji pemain musim lalu. Setelah itu, uang ini akan digunakan untuk membayar gaji para pemain tiap musim. 
“Jadi uang yang kita terima dari PT Liga Indonesia akan kita gunakan untuk membayar gaji pemain. Bantuan ini jelas sangat membantu  dan bisa mengurangi beban operasional klub,” ujar Hendri. ( gk-42)

Kas Waspadai Trio Asing Gresik United



Sriwijaya FC terancam kehilangan dua palang pintu andalan yaitu Diogo Santos dan Ahmad Jufriyanto .
Setelah dikalahkan Arema Indonesia dengan skor telak 4-1, kini Sriwijaya FC bersiap menghadapi pertandingan ISL selanjutnya dengan meladeni i tuan rumah Gresik United. Menghadapi Gresik, pelatih kepala Sriwijaya FC, Kas Hartadi meminta anak asuhnya mewaspadai trio asing Gresik yaitu Aldo Baretto, Matsunaga, serta Chena.


“Kekuatan Gresik United tidak bisa dikatakan di bawah Arema. Soalnya tiga pemain asingnya, Baretto, Matsunaga, dan Chena merupakan kunci di lini depan. Lini belakang Kita harus benar-benar waspada menghadapi tiga pemain ini ” ujar Kas, Selasa (26/02).

Namun sayangnya disaat lini belakang dituntut ekstra waspada, Sriwijaya FC terancam kehilangan dua palang pintu andalan yaitu Diogo Santos dan Ahmad Jufriyanto . Diogo diketahui kembali mengalami cedera dislokasi bahu. Sementara Jufriyanto terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kehilangan kedua pemain ini, jelas menjadi pukulan telak bagi lini belakang tim Laskar Wong Kito.

“Sepertinya kita akan kehilangan dua pemain belakang saat lawan Gresik United, Diogo cedera dan Jufriyanto akumulasi kartu kuning. Situasi ini jelas tidak menguntungkan, tetapi kita harus menerimanya,” ujar Kas.

Dikatakan Kas, cedera Diogo sama dengan yang dialaminya ketika bertanding dalam ajang Celebes Cup lawan Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Karena itu butuh waktu cukup lama bagi Diogo untuk pulih 100 persen.


“Untuk saat ini pilihan saya jatuh kepada Dodok Anang. Saat bermain untuk Deltras, Dodok sering bermain sebagai stoper,” ujarnya.

Dikatakan Kas, dalam sesi latihan beberapa hari kedepan, fokusnya memang untuk memperkuat koordinasi lini belakang. “Kita harus membuat persiapan yang maksimal untuk lini belakang. Jangan sampai kita terlalu mudah kecolongan, khususnya pada menit-menit awal pertandingan,” ujarnya.

Masalah lain yang cukup mengkhawatirkan Kas adalah cedera ringan Abdul Rahman. Padahal pemain yang lama berkostum Semen Padang ini merupakan harapan utamanya di lini belakang. “Tapi saya berkeyakinan cedera Abdul Rahman tidak parah. Mudah-mudahan dalam waktu singkat segera pulih dan siap untuk bertanding,” paparnya.

Meski minim pemain di lini belakang, bukan menjadi alasan bagi Kas untuk membiarkan lini depan Gresik United bebas leluasa bergerak di area pertahanan Sriwijaya FC. Dodok Anang yang akan diduetkan dengan Abdul Rahman diyakininya bisa menghentikan serangan Gresik United.


“Kalau Baretto sudah pasti akan ditempel Abdul Rahman dan Dodok. Tetapi yang jadi fokus saya adalah pergerakan Chena di tengah dan Matsunaga di pinggir ,” urai Kas.

Kebugaran fisik, dikatakan Kas harus dimiliki anak-anak asuhnya untuk meredam Gresik United. Dengan fisik yang prima, maka Ponaryo dan kawan-kawan dapat dengan mudah mengaplikasikan strategi yang diterapkannya.


“Kita harus bangkit dan tetap membuat persaingan di papan atas klasemen. Caranya adalah dengan memenangkan pertandingan. Saya yakin kemenangan dalam laga tandang tersebut akan melambungkan mental para pemain.(gk-42)
 

Berita LPI


Berita Timnas


Berita ISL

BeritaSuporter
23 Mar 2013

Pelatih Arab Saudi Kagumi Fans Indonesia

Pelatih Timnas Arab Saudi, Juan Ramon Lopez Caro, menyatakan kekagumannya pada suporter Timnas Indonesia yang begitu fanatik saat mendukung tim kesayangannya mereka...
More news
TipsPemainBola
17 Mar 2013

Cara Menjadi Pesepak Bola Handal

Untuk menjadi pemain handal kita harus tahu langkah-langkah. seperti berikut: Sedikit info Rajin Berlatih Sepak bola, dikarenakan latihan merupakan penilaian dari seorang pelatih ...
More news

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Bola Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger