\
Striker asal Kamerun Emaleu Serge akhirnya ikut berbicara terkait masalah tunggakan gaji di sepakbola nasional.
Menurut rilis dari APPI, mantan pemain Arema Indonesia tersebut menuntut pembayaran gaji selama empat bulan kepada Bontang FC, di mana pada musim 2011/12 ia dikontrak selama enam bulan untuk bermain di Indonesian Premier League (IPL).
Namun, bukan hanya gaji, pihak manajemen Bontang FC juga masih memiliki hutang berupa uang tiket,
makan dan uang pengurusan KITAS kepada Serge.
Menyangkut kepengurusan kartu izin tinggal sementara (KITAS), pada Oktober 2012, Serge sempat
ditahan oleh kantor Imigrasi Jakarta, akibat tidak memiliki KITAS. Padahal berdasarkan kontrak antara
Serge dengan Bontang FC, tercantum bahwa segala sesuatu perizinan terhadap PSSI maupun Instansi
Pemerintah lainnya (termasuk KITAS) adalah merupakan tanggung jawab dari pihak Bontang FC. Serge
mendekam di tahanan Imigrasi Jakarta selama 4 hari (2-6 Oktober 2013) dan berhasil keluar setelah
pengurusan KITAS-nya selesai, berkat bantuan pinjaman dana dari agen dan teman-teman seprofesinya.
Setelah keluar dari Tahanan Imigrasi, Serge langsung kembali ke Kamerun karena mendapat berita duka
cita yakni bahwa isterinya telah meninggal dunia. Hingga saat-saat sebelum keberangkatannya ke
Kamerus, Serge masih mencoba menghubungi pihak manajemen untuk meminta hak-nya, tetapi usaha
Serge tersebut tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya Serge harus kembali meminta pinjaman
kepada rekan-rekannya untuk dapat pulang ke Kamerun.
Beragam upaya dan pertemuan telah dilakukan Serge dalam meminta hak-haknya, tetapi upaya tersebut
masih belum menghasilkan titik terang. Oleh karena itu, pada 28 Februari 2013, APPI telah mengirim surat kepada PSSI untuk melaporkan kasus Emaleu Serge dan belasan pesesepakbola yang tahun lalu memiliki kontrak bersama Bontang FC, meminta PSSI untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan segera, mengingat bahwa Bontang FC yang saat ini maih juga diberikan lisensi untuk mengikuti kompetisi IPL 2013.

Striker asal Kamerun Emaleu Serge akhirnya ikut berbicara terkait masalah tunggakan gaji di sepakbola nasional.
Menurut rilis dari APPI, mantan pemain Arema Indonesia tersebut menuntut pembayaran gaji selama empat bulan kepada Bontang FC, di mana pada musim 2011/12 ia dikontrak selama enam bulan untuk bermain di Indonesian Premier League (IPL).
Namun, bukan hanya gaji, pihak manajemen Bontang FC juga masih memiliki hutang berupa uang tiket,
makan dan uang pengurusan KITAS kepada Serge.
Menyangkut kepengurusan kartu izin tinggal sementara (KITAS), pada Oktober 2012, Serge sempat
ditahan oleh kantor Imigrasi Jakarta, akibat tidak memiliki KITAS. Padahal berdasarkan kontrak antara
Serge dengan Bontang FC, tercantum bahwa segala sesuatu perizinan terhadap PSSI maupun Instansi
Pemerintah lainnya (termasuk KITAS) adalah merupakan tanggung jawab dari pihak Bontang FC. Serge
mendekam di tahanan Imigrasi Jakarta selama 4 hari (2-6 Oktober 2013) dan berhasil keluar setelah
pengurusan KITAS-nya selesai, berkat bantuan pinjaman dana dari agen dan teman-teman seprofesinya.
Setelah keluar dari Tahanan Imigrasi, Serge langsung kembali ke Kamerun karena mendapat berita duka
cita yakni bahwa isterinya telah meninggal dunia. Hingga saat-saat sebelum keberangkatannya ke
Kamerus, Serge masih mencoba menghubungi pihak manajemen untuk meminta hak-nya, tetapi usaha
Serge tersebut tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya Serge harus kembali meminta pinjaman
kepada rekan-rekannya untuk dapat pulang ke Kamerun.
Beragam upaya dan pertemuan telah dilakukan Serge dalam meminta hak-haknya, tetapi upaya tersebut
masih belum menghasilkan titik terang. Oleh karena itu, pada 28 Februari 2013, APPI telah mengirim surat kepada PSSI untuk melaporkan kasus Emaleu Serge dan belasan pesesepakbola yang tahun lalu memiliki kontrak bersama Bontang FC, meminta PSSI untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan segera, mengingat bahwa Bontang FC yang saat ini maih juga diberikan lisensi untuk mengikuti kompetisi IPL 2013.
Posting Komentar