
Pria yang akrab disapa Towel itu mengaku sangat menyayangkan pencoretan tersebut.
Towel begitu biasa disapa justru mempertanyakaan kualitas sang pelatih di level Internasional.
"Atmosfir timnas sedang bagus. Pemain ISL sudah mau kembali bergabung. Saya sangat menyayangkan pencoretan ini. Saya takutkan menimbulkan masalah tidak baik," ujar Towel ketika ditemui wartawan di Hotel Sultan, Jakarta.
"Saya jujur mempertanyakan CV (Curivulum Vitae) Blanco sebagai pelatih Internasional.
Seharusnya Blanco memahami kondisi pemain yang kelelahan setelah berkompetisi," sambungnya.
Towel menambahkan seorang pelatih modern seharusnya tidak hanya mengerti soal sepak bola saja. Namun juga psikologis dan sosiologis dari para pemain.
"Seorang pelatih harus mempunyai pandangan modern saat ini. Tidak hanya sepak bola saja.
Psikologis dan Sosiologis juga memainkan peran penting. Pelatih harus peka terhadap
perkembangan dan situasi pemain," tandasnya.
Posting Komentar