Sartono Anwar mengakui Arema layak menang, namun ia tidak mau beralasan apa pun, termasuk soal lapangan licin dan dua penalti.
"Kami bermain dalam kondisi yang tidak biasanya. Saya belum pernah melatih anak-anak dalam kondisi lapangan licin. Ini menjadi pengalaman yang berguna ke depan. Tetapi, tetap saja lapangan licin bukan alasan utama kami kalah melawan Arema," kata Sartono Anwar dalam konferensi pers di stadion Kanjuruhan, Malang.
Ketika ditanya apakah absennya tiga pilar membuat Persisam timpang, Sartono secara langsung menyatakan iya, tetapi sekali lagi ini bukan alasan baginya.
"Bukan dua yang absen, namun tiga yaitu Dian Irawan [akumulasi], Ferdinand Sinaga dan Lancine Kone [cedera], namun seharusnya para pemain muda kami sudah siap menjadi pemain pengganti karena hanya dengan kesiapan mental dan fisik yang baik mereka akan menjadi pemain besar," lanjut Sartono.
Akibat tidak kuatnya mental inilah yang menyebabkan Persisam terkena
dua kali penalti karena para pemainnya masih sangat gugup ketika menerima serangan dari kubu tuan rumah.
"Permainan kami di babak pertama sudah berubah di babak kedua, namun Arema memang tim bagus sehingga tidak mudah dikalahkan, meski kita sudah bermain dengan bagus, terutama di babak kedua, " tutup Sartono.
Selanjutnya, Persisam berniat membalas kekalahan pada dua laga away di Jawa Timur ini di rumah sendiri, yakni lawan Persib Bandung (16/2) dan Persita Tanggerang (20/2). (gk-48)
Posting Komentar