Sriwijaya sempat bermain dengan sepuluh pemain setelah Sultan Samma mendapat kartu merah.
Sriwijaya FC gagal kembali meraih kemenangan pada lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL), setelah dalam laga kandang keempat, Rabu (6/2), ditahan imbang PSPS Pekanbaru dengan skor 0-0. Meskipun kedua tim berusaha mencetak gol, namun skor imbang 0-0 tidak berubah hingga pertadingan selesai.
Pertandingan atarakedua tim berlangsung menarik, namun dalam tempo lambat. Sriwijaya FC yang ngin membalas kekalahan pada turnamen IIC langsung tampil menekan. Mengandalkan Tantan,
Hilton Moreira dan Ramdani Lestaluhu di lini depan, Sriwijaya FC coba membongkar pertahanan PSPS yang dikawal oleh Glen Pauluakan, Tsimi Joel, Ambrizal dan Bobby Satria.
Sepuluh menit awal, terlihat dominasi Sriwijaya FC atas tamunya. Beberapa kali Sriwijaya FC medapat peluang emas, baik melalui Tantan maupun Hilton. Namun ketatnya pertahanan PSPS dan buruknya penyelesaian akhir, membuat Sriwijaya FC belum berhasil menciptakan gol.
PSPS yang mengandalkan serangan balik, juga menghasilkan beberapa peluang emas. Makan Kanote dan Ndiaye Pape sesekali membuat repot pertahanan Sriwijaya FC yang dikawal oleh Fandi Muchtar, Ahmad Jufrianto, Abdul Rahman dan Mahyadi Pangabean.
Gencarnya serangan yang dilancarkan Hilton Moirera dkk membuat pontang-panting penjaga gawang PSPS Fance Haryanto. Beberapa kali Fance melakukan penyelamatan gemilang yang membahayakan. Akibatnya Fance menderita cedera. Meskipun cedera, Fance tetap berusaha tampil mengawal gawang PSPS, namun akhirnya ia tidak kuat lagi dan digantikan oleh Amin Syarifidin pada menit ke-34.
Sepuluh menit sisa pertadingan babak pertama dimanfaatkan kedua tim untuk mencetak gol. Peluang emas dihasilkan baik oleh Sriwijaya FC maupun PSPS, seperti sontekan Tantan pada menit ke-37 yang masih membentur mistar gawang, tendangan Hilton yang masih sedikit melebar, sontekan Makan Kanote yang masih sedikit diatas mistar gawang Sriwijaya FC yang sudah kosong ditinggalkan Ferry Rotinsulu, ataupun kegagalan Pape memanfaatkan kesalahan Ferry dalam menghalau bola. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 0-0.
Babak kedua, Sriwijaya FC langsung tampil menekan. Baru lima menit babak kedua dimulai, sudah dua peluang emas dihasilkan oleh Sriwijaya FC, seperti tendangan Ramdani yang memanfaatkan umpan Tantan masih membentur tiang gawang dan sundulan Hilton yang masih menyamping di samping gawang PSPS.
Pada menit ke-65, Sriwijaya FC menarik keluar Ramdhani digantikan oleh Khoirul Huda. Masuknya Huda membuat lini tengah Sriwijaya FC lebih hidup. Beberapa peluang kembali didapatkan oleh Sriwijaya FC, namun tetap gagal menciptakan gol.
Begitupun serangan balik yang diciptakan PSPS hanya membuahkan beberapa peluang emas. Sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap imbang 0-0. (gk-42)
Pertandingan atarakedua tim berlangsung menarik, namun dalam tempo lambat. Sriwijaya FC yang ngin membalas kekalahan pada turnamen IIC langsung tampil menekan. Mengandalkan Tantan,
Hilton Moreira dan Ramdani Lestaluhu di lini depan, Sriwijaya FC coba membongkar pertahanan PSPS yang dikawal oleh Glen Pauluakan, Tsimi Joel, Ambrizal dan Bobby Satria.
Sepuluh menit awal, terlihat dominasi Sriwijaya FC atas tamunya. Beberapa kali Sriwijaya FC medapat peluang emas, baik melalui Tantan maupun Hilton. Namun ketatnya pertahanan PSPS dan buruknya penyelesaian akhir, membuat Sriwijaya FC belum berhasil menciptakan gol.
PSPS yang mengandalkan serangan balik, juga menghasilkan beberapa peluang emas. Makan Kanote dan Ndiaye Pape sesekali membuat repot pertahanan Sriwijaya FC yang dikawal oleh Fandi Muchtar, Ahmad Jufrianto, Abdul Rahman dan Mahyadi Pangabean.
Gencarnya serangan yang dilancarkan Hilton Moirera dkk membuat pontang-panting penjaga gawang PSPS Fance Haryanto. Beberapa kali Fance melakukan penyelamatan gemilang yang membahayakan. Akibatnya Fance menderita cedera. Meskipun cedera, Fance tetap berusaha tampil mengawal gawang PSPS, namun akhirnya ia tidak kuat lagi dan digantikan oleh Amin Syarifidin pada menit ke-34.
Sepuluh menit sisa pertadingan babak pertama dimanfaatkan kedua tim untuk mencetak gol. Peluang emas dihasilkan baik oleh Sriwijaya FC maupun PSPS, seperti sontekan Tantan pada menit ke-37 yang masih membentur mistar gawang, tendangan Hilton yang masih sedikit melebar, sontekan Makan Kanote yang masih sedikit diatas mistar gawang Sriwijaya FC yang sudah kosong ditinggalkan Ferry Rotinsulu, ataupun kegagalan Pape memanfaatkan kesalahan Ferry dalam menghalau bola. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 0-0.
Babak kedua, Sriwijaya FC langsung tampil menekan. Baru lima menit babak kedua dimulai, sudah dua peluang emas dihasilkan oleh Sriwijaya FC, seperti tendangan Ramdani yang memanfaatkan umpan Tantan masih membentur tiang gawang dan sundulan Hilton yang masih menyamping di samping gawang PSPS.
Pada menit ke-65, Sriwijaya FC menarik keluar Ramdhani digantikan oleh Khoirul Huda. Masuknya Huda membuat lini tengah Sriwijaya FC lebih hidup. Beberapa peluang kembali didapatkan oleh Sriwijaya FC, namun tetap gagal menciptakan gol.
Begitupun serangan balik yang diciptakan PSPS hanya membuahkan beberapa peluang emas. Sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap imbang 0-0. (gk-42)
Sriwijaya FC
12
Ferry Rotinsulu
Kiper
Kiper
17
Taufiq Kasrun
Bek
Bek
13
Achmad Jufrianto
Bek
Bek
28
23
Fandy Mochtar
Bek
Bek
22
11
Ponaryo Astaman
Gelandang
Gelandang
7
10
Tantan
Striker
Striker
19
Hilton Moreira
Striker
Striker
40
Eddie Foday Boakay
Striker
Striker
PSPS Pekanbaru
1
6
Jacques Tsimi
Bek
Bek
19
Ambrizal
Bek
Bek
5
22
11
Ade Suhendra
Gelandang
Gelandang
81
M. Ilham
Gelandang
Gelandang
77
Rohit Chand
Gelandang
Gelandang
26
10
29
Gol
Gol Bunuh Diri
Penalti
Penalti Gagal
Kartu Kuning
Assist
Penyelamatan Penalti
Gol Adu Penalti
Adu Penalti Gagal
Kartu Kuning Kedua
Kartu Merah
Pergantian MASUK
Pergantian KELUAR
Cedera
Penilaian GOAL.com
Terbaik Versi GOAL.com
Terburuk Versi GOAL.com
Ranking Global Terbaik & Terburuk
Terbaik Versi Fans
Terburuk Versi Fans
Posting Komentar