GSI News - Usai SEA Games 2011 lalu, RD mengatakan tidak bersedia menangani
Timnas setelah ketua umum PSSI Djohar
Arifin Husin melarang pemain ISL
memperkuat Skuad Merah-Putih .
Alasannya, ia tidak bisa menyusun tim
dengan pemain-pemain terbaik yang
ada di Tanah Air.
Kondisinya berbalik setelah seluruh
klub ISL menyatakan mosi tidak
percaya kepada Djohar.
Klub tidak mau
menyerahkan pemainnya untuk Timnas,
meski PSSI berbalik memohon. RD pun
kembali menolak karena situasi ini juga
tidak memungkinkan dirinya untuk
menggunakan pemain-pemain terbaik
Indonesia.
Kini, setelah Timnas dikelola
pemerintah, klub-klub ISL mulai
melunak dan bersedia melepas
pemainnya. RD juga tak melihat adanya
masalah jika Timnas dikelola
pemerintah, bukan PSSI.
“Ini adalah tugas negara dan sesuai
dengan Undang-Undang yang ada,
ajang multievent ini ditangani oleh
pemerintah. Sementara ini
permasalahan saya hanya dengan klub,
tetapi klub sendiri sudah memberikan
lampu hijau,” katanya.
Namun RD mengingatkan bahwa meski
bersedia menangani Timnas, ia harus
diizinkan untuk tetap melatih klubnya
saat ini, Arema Indonesia. “Saya
sendiri juga tetap akan berkonsentrasi
dengan klub saya,” pelatih yang
pernah mengantar Sriwijaya FC dan
Persipura Jayapura meraih gelar juara
ISL itu menambahkan.
Selain memanggil RD, Satlak Prima juga
memanggil Aji Santoso. Kabarnya, Aji
akan menjadi asisten RD, seperti saat
menukangi SEA Games 2013.
“Belum (ada kepastian soal jabatan).
Hal-hal yang lain akan dibahas lebih
detail, karena SK (Surat Keputusan)-nya
juga belum turun,” ujarnya.
Sebelumnya, Satlak Prima sudah merilis
nama-nama pemain yang dipanggil
untuk mengikuti persiapan SEA Games
2013 namun RD mengatakan bahwa
susunan pemain akan berubah sesuai
kebutuhan pelatih.
“Pemain nanti pelatih yang akan
memilih, entah itu coach Aji atau saya
yang menjadi pelatih, yang pasti soal pemain akan menjadi kewenangan pelatih,” katanya.
Posting Komentar