Yang lebih mengesankan, skor 1-1 didapat skuat Persisam setelah mereka bermain dengan sepuluh orang.
Raihan satu poin yang didapat Persisam Samarinda saat dijamu Persela Lamongan, langsung disyukuri oleh pelatih Persisam Sartono Anwar. Dalam laga yang dihelat di Stadion Surajaya, Sabtu (2/3) malam WIB, Persisam yang bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-66, berhasil memaksa tuan rumah mengakhiri partai dengan skor imbang 1-1.
“Kami sangat bersyukur, Tuhan telah mendengar doa kami. Terus terang, laga kali ini cukup berat. Selain kondisi lapangan, kami juga diteror oleh pemain Persela dari kiri dan kanan, termasuk juga crossing-crossing berbahaya ke jantung pertahanan selama pertandingan. Ini seperti ujian kepada para pemain bertahan kami,” buka Sartono Anwar kepada GOAL.com Indonesia seusai pertandingan.
Mantan arsitek Persibo Bojonegoro tersebut juga memuji penampilan para bek dan gelandangnya, yang dinilai mampu tampil disiplin dalam mengamankan areanya. Mereka dinilai oleh Sartono, berhasil memutus alur serangan berbahaya yang dikembangkan para gelandang serta penyerang Persela.
“Saya pribadi sangat beruntung, para pemain bertahan kami mampu tampil disiplin dalam mengawal area pertahanan, meski kami kecolongan satu gol pada laga ini. Tapi secara keseluruhan, saya puas dengan penampilan para pemain,” sambungnya.
Dalam pertandingan ini, Persisam tertinggal lebih dulu, setelah Zaenal Arifin sukses menceploskan bola ke gawang Usman Pribadi pada menit ke-48. Mereka kemudian sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Bayu Gatra Sanggiawan di menit ke-77. Skor imbang yang bertahan sampai dengan peluit panjang dibunyikan oleh wasit, tanda berakhirnya pertandingan.
Yang lebih mengesankan, skor 1-1 didapat skuat Persisam setelah mereka bermain dengan sepuluh orang. Pierre Njanka diusir keluar lapangan sejak menit ke-66, usai mendapat kartu kuning kedua dari wasit Oki Dwi Putra. Kartu kuning kedua diberikan, karena Pierre Njanka meluapkan emosi terlalu berlebihan dengan menendang botol air mineral.
“Uniknya sepakbola itu ya di situ, tidak bisa diprediksi. Ketika main dengan sebelas orang, kami malah kebobolan. Tapi begitu main dengan sepuluh orang, setelah (Pierre) Njanka keluar, kami malah sukses mencetak gol sekaligus menyamakan kedudukan. Untuk pertandingan kali ini, wasit saya akui kurang begitu jeli. Dan saya berharap, ke depan wasit bisa lebih jeli lagi (dalam memimpin pertadingan, red),” harapnya.
Sartono juga mengakui, bila selain permainan para bek-nya yang tampil cukup disiplin pada laga ini. Ia juga tak menampik, bila strategi yang ia terapkan, dengan menumpuk banyak pemain di area pertahanan, menjadi kunci keberhasilannya menahan laju tuan rumah.
“Kami main dengan pola 3-4-3, baik di kandang sendiri atau di luar. Sementara, saya nggakberani pakai pola flat di Indonesia, karena metode ini terlalu berbahaya. Jadi dengan penempatan tiga centre back di depan gawang, saya rasa akan semakin aman, dari pada pola empat pemain bertahan,” tutur Sartono.
Tambahan satu poin, membuat Persisam kian berkibar di posisi lima besar klasemen sementara. Kini mereka berada di posisi keempat, dengan raihan 15 poin dari sembilan kali pertandingan. Total, mereka telah membukukan empat kali kemenangan, tiga kali seri, dan dua kali kekalahan. (gk-43)
“Kami sangat bersyukur, Tuhan telah mendengar doa kami. Terus terang, laga kali ini cukup berat. Selain kondisi lapangan, kami juga diteror oleh pemain Persela dari kiri dan kanan, termasuk juga crossing-crossing berbahaya ke jantung pertahanan selama pertandingan. Ini seperti ujian kepada para pemain bertahan kami,” buka Sartono Anwar kepada GOAL.com Indonesia seusai pertandingan.
Mantan arsitek Persibo Bojonegoro tersebut juga memuji penampilan para bek dan gelandangnya, yang dinilai mampu tampil disiplin dalam mengamankan areanya. Mereka dinilai oleh Sartono, berhasil memutus alur serangan berbahaya yang dikembangkan para gelandang serta penyerang Persela.
“Saya pribadi sangat beruntung, para pemain bertahan kami mampu tampil disiplin dalam mengawal area pertahanan, meski kami kecolongan satu gol pada laga ini. Tapi secara keseluruhan, saya puas dengan penampilan para pemain,” sambungnya.
Dalam pertandingan ini, Persisam tertinggal lebih dulu, setelah Zaenal Arifin sukses menceploskan bola ke gawang Usman Pribadi pada menit ke-48. Mereka kemudian sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Bayu Gatra Sanggiawan di menit ke-77. Skor imbang yang bertahan sampai dengan peluit panjang dibunyikan oleh wasit, tanda berakhirnya pertandingan.
Yang lebih mengesankan, skor 1-1 didapat skuat Persisam setelah mereka bermain dengan sepuluh orang. Pierre Njanka diusir keluar lapangan sejak menit ke-66, usai mendapat kartu kuning kedua dari wasit Oki Dwi Putra. Kartu kuning kedua diberikan, karena Pierre Njanka meluapkan emosi terlalu berlebihan dengan menendang botol air mineral.
“Uniknya sepakbola itu ya di situ, tidak bisa diprediksi. Ketika main dengan sebelas orang, kami malah kebobolan. Tapi begitu main dengan sepuluh orang, setelah (Pierre) Njanka keluar, kami malah sukses mencetak gol sekaligus menyamakan kedudukan. Untuk pertandingan kali ini, wasit saya akui kurang begitu jeli. Dan saya berharap, ke depan wasit bisa lebih jeli lagi (dalam memimpin pertadingan, red),” harapnya.
Sartono juga mengakui, bila selain permainan para bek-nya yang tampil cukup disiplin pada laga ini. Ia juga tak menampik, bila strategi yang ia terapkan, dengan menumpuk banyak pemain di area pertahanan, menjadi kunci keberhasilannya menahan laju tuan rumah.
“Kami main dengan pola 3-4-3, baik di kandang sendiri atau di luar. Sementara, saya nggakberani pakai pola flat di Indonesia, karena metode ini terlalu berbahaya. Jadi dengan penempatan tiga centre back di depan gawang, saya rasa akan semakin aman, dari pada pola empat pemain bertahan,” tutur Sartono.
Tambahan satu poin, membuat Persisam kian berkibar di posisi lima besar klasemen sementara. Kini mereka berada di posisi keempat, dengan raihan 15 poin dari sembilan kali pertandingan. Total, mereka telah membukukan empat kali kemenangan, tiga kali seri, dan dua kali kekalahan. (gk-43)
Posting Komentar